Petranews.com-Medan| Aneh, terjadinya kekosongan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari berbagai jenis seperti Pertalite, Pertamax hingga Pertamax Turbo dan Bio solar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU), sehingga menyebabkan terjadinya antrian panjang hingga mengular ratusan meter, terjadi sejak tiga hari ini, disesalkan publik sebagai konsumen.
Bahkan yang lebih parah lagi, SPBU yang berada di Jalan Putri Hijau persis didepan hotel Emerald Garden yang berdampingan dengan Kantor Pertamina Sumut, hingga malam ini, Selasa (14/7/2026) pukul 22.30 WIB kosong melompong, bahkan tidak menyisakan setetas BBM pun, sehingga konsumen yang sudah mengantre kecewa.
"Bayangkan SPBU yang posisinya persis di depan hidung Kantor Pertamina Sumut jalan Putri Hijau bisa kosong melompong tidak menyisakan setetas pun BBM, bahkan BBM yang super mahal sekalipun jenis Pertamax Turbo pun kandas tak bersisa,"ujar Amirsyam kecewa saat mengantri di SPBU Putri Hijau.
Wartawan media online inipun merasa heran, apa mungkin SPBU yang tempatnya berada didepan hidung Kantor Pertamina Sumut bisa kosong, sehingga tidak bisa melakukan antisipasi penambahan stok agar supply kepada konsumen tidak terganggu, apalagi mereka yang sudah mengantri lama.
"Inilah buruknya tata kelola distribusi BBM di Kota Medan dan Sumatera Utara, elit pejabat Pertamina tidak cekatan melakukan antisipasi kekosongan BBM yang ada, sehingga konsumen menjadi korbannya, yang lebih parah,. SPBU di samping Kantor Pertamina Sumut pun bisa kosong, inikan aneh?,"ujar Amir.
Terkait adanya informasi terganggunya pasokan BBM ke sejumlah SPBU yang ada di Medan dan Sumatera Utara, diakibatkan mogoknya para supir truk-truk tangki pembawa BBM, secara tegas koordinator Medan Media Cyber Club (MMCC) itu problem internal Pertamina dan pihak ketiga, namun jangan konsumen yang dikorbankan.
"Terkait adanya masalah internal Pertamina dan pihak ketiga, itu urusan mereka, jangan pula publik yang di korbankan, kita dukung langkah tegas Gubernur Bobby Nasution yang mengultimatum pihak Pertamina Sumut agar secepatnya menyelesaikan masalah internalnya, agar tidak menimbulkan masalah lain, dan perlu ditinjau ulang kerjasama outsourcing penyediaan driver, sehingga hak-hak konsumen tidak dikorbankan,"tegasnya.
0 Komentar