Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Ka. KanHaj Medan: Luruskan Niat Haji Sebagai Ibadah Semata Karena Allah SWT

Petranews.com-Medan| Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Medan H. Muhammad Bambang Irawan Hutasuhut, S.Ag, kembali mengingatkan kepada jamaah calon haji, agar memantapkan niat berhaji semata berharap ridho Allah SWT, sehingga predikat haji mabrur dapat di raih.

Hal ini disampaikan Ka.Kan Kementerian Haji dan Umroh Kota Medan dihadapan para jamaah calon haji asal Kota Medan peserta Bimbingan Manasik Haji Kec. Medan Barat bertempat di Masjid Assyuhada Jalan Danau Singkarak, Kamis (5/2/2026).

"Dalam forum yang mulia ini, kami mengingatkan sekaligus berpesan, luruskan niat haji ini sebagai bentuk kepatuhan perintah Allah SWT, sekaligus penyempurna rukun Islam kelima, bahwa tidak semua orang bisa memenuhi panggilan haji ini, maka kita yang Insya Allah berangkat tahun ini agar betul-betul memperhatikan dan memahami berbagai materi tentang tatacara haji dengan baik, sehingga saat di tanah suci kita mampu menerapkannya secara baik,"ujar Bambang Irawan.

Diingatkan mubaligh ini, hal yang harus menjadi perhatian jamaah calon haji menjelang puncak haji yaitu wukuf di Arafah, tentu membutuhkan fisik yang prima, mengingat kondisi cuaca yang cukup terik, maka hal-hal yang patut diperhatikan para jamaah haji konsumsi air putih dan buah penting, agar metabolisme tubuh stabil dengan kondisi terik saat di Arafah.

"Armuzna yang berarti Arafah, Muzdalifah, Mina merupakan rangkaian puncak ibadah haji yang krusial pada tanggal 8-13 Zulhijjah. Fokus utamanya adalah wukuf di Arafah pada tanggal 9 Zulhijjah sebagai rukun haji tertinggi, dilanjutkan mabit atau bermalam di Muzdalifah dan Mina untuk melontar jumrah, menuntut fisik yang prima,"ucap KakanHaj Medan ini menjelaskan.

Disamping itu, lanjut H. Bambang Irawan adalah poin-poin penting mengenai puncak haji di Armuzna
Waktu Pelaksanaan (1447 H/2026 M), diantaranya tanggal 
8 Zulhijjah, jamaah berangkat dari Makkah ke Arafah untuk Tarwiyah. Tanggal 9 Zulhijjah  Wukuf di Arafah (puncak haji) mulai dari tergelincir matahari hingga terbit fajar 10 Zulhijjah.

Tanggal 10-13 Zulhijjah seluruh jamaah haji Mabit (bermalam) di Muzdalifah, melontar Jumrah Aqabah, dan mabit di Mina (hari Tasyrik).

"Adapun saat wukuf di Arafah 
perbanyak berdoa, berzikir, dan mendengarkan khotbah wukuf, sebab disinilah seluruh doa-doa kita Insya Allah dikabulkan Allah SWT, lalu kembali ke Muzdalifah dan menginap atau berhenti sejenak dan mencari batu kerikil untuk melontar jumroh. Saat di Mina, jamaah haji melontar jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah selama hari Tasyrik,"urai Bambang Irawan.

Sedangkan tentang Murur, lanjutnya merupakan skema pergerakan jemaah dari Arafah melewati Muzdalifah tanpa turun dari bus khusus jamaah berusia lanjut, disabilitas dan resiko tinggi (resti) untuk mengurai kepadatan.

"Pada tanggal menjelang puncak ibadah haji, jamaah diimbau mengurangi aktivitas luar sebelum 8 Zulhijjah, menjaga kesehatan fisik, dan fokus ibadah. Puncak haji ini adalah inti dari ibadah, di mana jamaah berserah diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,"tutur H. Bambang Irawan. (AS)

Posting Komentar

0 Komentar