Petranews.com-Labuhan Haji| Ribuan umat Islam memadati lapangan Pesantren Darul Ihsan Pawoh Labuhan Haji Kab. Aceh Selatan, memperingati Isra' Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW yang turut dihadiri Abuya Syekh Haji Amran Waly Al-Kholidi yang merupakan tokoh tasawuf sekaligus Wali Agama Aceh, Dzuriyat Radja Sultan se- Nusantara Tuan Guru Fikri Juliansyah, beserta para tokoh akademisi lintas Universitas yang ada di Indonesia, guru-guru dan penggiat tauhid tasawuf, dan pejabat Propinsi Aceh serta Kabupeten yang ada di wilayah Aceh, Jumat malam (5/2/2026).
Dzuriyat Radja Sultan se- Nusantara Tuan Guru Prof Dr Fikri Juliansyah dalam sambutannya, menegaskan bahwa Abuya Syekh Haji Amran Waly Al-Kholidi merupakan guru yang memiliki murid lintas bangsa, sehingga Abuya Syekh Amran Waly bukan saja milik masyarakat Aceh, namun sudah milik umat di belahan dunia. Sebab ajaran yang disampaikan Abuya sangat tepat dengan kondisi umat dan bangsa-bangsa di dunia saat ini.
"Abuya merupakan figur ulama yang konsisten pada jalan dakwah, melalui kajian tauhid tasawuf yang mengajak umat agar kembali dan dekat dengan Allah. Beragam fitnah yang di alamatkan kepada Abuya, namun itu tidak menyurutkan langkah Abuya Syekh Amran Waly untuk terus bergerak berdakwah tanpa sedikitpun marah ataupun tersinggung. Jadi sangat pantas jika Abuya Syekh Haji Amran Waly bukan saja ulama milik masyarakat Aceh, namun ulama bagi umat diberbagai umat lintas bangsa,"ucap Tuan Guru Fikri Juliansyah dalam sambutannya.
Sementara itu Gubernur Provinsi Aceh Tengku Muzakkir Manaf atau Muallem, di wakili Irhamna dari Dinas Syariat Islam atau DSI Aceh sekaligus Kepala Seksi Penyusunan Peraturan Perundang-undangan bidang Bina Hukum SI dan HAM DSI Aceh, bersama Kepala Seksi Pembinaan dan Pengawasan Syariat Islam.
Dalam amanatnya, Gubernur Muallem mengatakan, kondisi dan situasi Aceh saat ini masih berduka disebabkan banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu, dan saat ini masyarakat Aceh sedang bangkit kembali pasca bencana dan kepada keluarga yang kehilangan tempat tinggal, pemerintah terus berupaya memfasilitasi hunian sementara yang layak, sekaligus berharap agar mereka yang terkena musibah tetap diberi kesabaran atas ujian ini.
"Pemerintah Propinsi Aceh bersama seluruh lapisan masyarakat, ulama dan tokoh masyarakat terus berupaya sekuat tenaga memulihkan kondisi pasca bencana dengan sebaik-baiknya dan melayani masyarakat yang terdampak agar bangkit kembali. Karena itu mari jadikan momentum peringatan Isra Mi'raj menjadi evaluasi dan perenungan atas peristiwa yang terjadi serta selalu berserah diri pada Allah SWT. Disamping itu, Pemerintah Aceh sangat mendukung kegiatan yang digelar Majelis Tauhid Tasawuf Indonesia atau MPTTI ini, sekaligus sebagai bentuk ketaatan dan penyerahan diri atas takdir yang Allah berikan,"ujar Gubernur Muallem dalam pesan tertulisnya yang disampaikan dihadapan Abuya Syekh Haji Amran Waly beserta jamaah.
Disamping itu, lanjut Muallem, Pemerintah Aceh mengapresiasi acara ini semoga membawa keberkahan lewat doa-doa Abuya dan para guru lainnya sehingga diijabah Allah SWT.
"Apresiasi Pemerintah Aceh atas terselenggaranya acara Isra' Mi'raj di Pesantren Darul Ihsan, kita harapkan lewat doa-doa yang di sampaikan Abuya Syekh Haji Amran Waly kiranya di ijabah Allah SWT dan Aceh segera pulih dan bangkit dari bencana yang terjadi ini,"sambung Gubernur Muzakkir Manaf atau Muallem dalam pesan tertulisnya.
Hadir pada peringatan Isra' Mi'raj sekaligus menyambut Puasa Ramadhan diantaranya, pejabat Propinsi Aceh Irhamna, SH, MH, mewakili Kapolda Aceh Direktur Binmas Polda Aceh Kombes Pol Donny Siswoyo, Dzuriyat Raja Sultan se- Nusantara Tuan Guru Prof Dr Fikri Juliansyah, Prof Dr H Rusfi, M.Ag akademisi UIN Raden Intan Bandar Lampung, Prof Dr Rubaidi, M.Ag Guru Besar Ilmu tasawuf UIN Sunan Ampel Surabaya, KH Husnan Malik ulama dari Medan Medan, Wakil Bupati Aceh Barat Daya Zaman Akil, S.Sos, MM, Ketua Umum MPTTI Pusat Abi Sahal Tastari Waly, SE, MM, tokoh masyarakat, pemuda dan jamaah yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia, terlihat begitu antusias mendengarkan tausyiah seputar makna Isra' Mi'raj yang disampaikan para guru-guru Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf serta bimbingan dari Abuya Syekh Haji Amran Waly Al-Kholidi, secara tertib dan khidmat. (AS)


0 Komentar