Petranews.com-Deli Serdang|Tim Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Medan (POLMED) melaksanakan kegiatan 'PKM Literasi Pengelolaan Keuangan dan Penyusunan Laporan Keuangan Masjid At-Taqwa Desa Sukamaju, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara'.
Program pengabdian ini merupakan kegiatan yang didanai melalui DIPA Politeknik Negeri Medan Tahun 2026.
Kegiatan PKM dipimpin Sudarsono, S.E., M.M. sebagai ketua tim, dengan anggota diantaranya Dr. Hubbul Wathan, M.A., Dr. Ismi Affandi, S.E., M.Si., dan Supaino, S.E., M.Si., serta melibatkan mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan.
Kolaborasi dosen, mahasiswa, dan pengurus masjid tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan Badan Kemakmuran Masjid (BKM), terutama dalam pengelolaan dan pelaporan keuangan masjid secara lebih tertib, transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi.
Program ini dilatarbelakangi kondisi pengelolaan keuangan Masjid At-Taqwa yang sebelumnya masih dilakukan secara sederhana dan manual. Informasi keuangan terutama disampaikan melalui papan pengumuman, sedangkan dokumentasi pemasukan dan pengeluaran belum sepenuhnya tersusun secara sistematis dan mudah ditelusuri.
Di sisi lain, Masjid At-Taqwa memiliki posisi penting bagi masyarakat Muslim di Dusun III Desa Sukamaju dengan basis sekitar 680 kepala keluarga Muslim dan 210–250 jamaah aktif, sehingga tata kelola keuangan yang profesional menjadi kebutuhan penting.
Melalui kegiatan PKM tersebut, tim POLMED memberikan edukasi literasi pengelolaan keuangan, pelatihan dan pendampingan pencatatan transaksi, serta penyusunan laporan keuangan masjid yang mengacu pada Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) 35. Pengurus BKM juga diperkenalkan dengan penggunaan Microsoft Excel untuk mendukung pencatatan keuangan mulai dari transaksi harian, rekapitulasi mingguan hingga penyusunan laporan bulanan.
Menurut Ketua Tim PKM, Sudarsono, S.E., M.M., pengelolaan keuangan masjid tidak cukup hanya mencatat penerimaan dan pengeluaran dana. Pengurus masjid juga membutuhkan sistem administrasi yang memungkinkan setiap transaksi terdokumentasi dengan baik dan informasi keuangan dapat dipertanggungjawabkan kepada jamaah.
“Melalui kegiatan ini kami berharap pengurus BKM semakin terampil dalam melakukan pencatatan dan menyusun laporan keuangan secara tertib. Transparansi bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi juga bagian penting dalam menjaga amanah dan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana masjid,” ujarnya kepada media, Senin (21/9/2026).
Sementara itu, Dr. Hubbul Wathan, M.A., anggota Tim PKM, menekankan bahwa transparansi keuangan memiliki dimensi akuntabilitas dan amanah dalam pengelolaan dana umat. Menurutnya, pencatatan yang baik akan membantu BKM menjelaskan sumber penerimaan, penggunaan dana operasional maupun pembangunan, serta posisi keuangan masjid secara lebih terbuka kepada jamaah.
“Dana yang dikelola masjid pada dasarnya merupakan amanah umat. Karena itu, literasi keuangan, pencatatan transaksi, dan keterbukaan informasi perlu dibangun menjadi budaya organisasi BKM. Sistem yang baik akan memperkuat kepercayaan jamaah sekaligus membantu pengurus mempertanggungjawabkan dana secara lebih profesional,” jelasnya.
POLMED Serahkan TV Android Berbasis JWS kepada BKM.
Salah satu bagian penting dari kegiatan tersebut adalah penyerahan satu unit TV LED/Android yang dilengkapi aplikasi JWS (Jadwal Waktu Salat) kepada BKM Masjid At-Taqwa. Perangkat tersebut tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk menampilkan jadwal salat dan informasi kegiatan masjid, tetapi juga menjadi sarana digital untuk mempublikasikan informasi dan laporan keuangan kepada jamaah.
Penyerahan perangkat diterima langsung oleh Ketua BKM Masjid At-Taqwa, Arifsyah Pohan, S.E., S.H., didampingi Sekretaris BKM, Syamsul Heri. Kehadiran kedua pengurus tersebut sekaligus menandai komitmen mitra untuk melanjutkan pemanfaatan perangkat dan penerapan sistem pengelolaan keuangan yang telah diberikan melalui kegiatan PKM.
Bantuan tersebut sesuai dengan desain program PKM yang tidak berhenti pada kegiatan edukasi. Proposal program sejak awal menetapkan perangkat TV LED Android sebagai media publikasi digital agar informasi keuangan masjid dapat disampaikan secara lebih aktual dan mudah diakses jamaah.
Ketua BKM Masjid At-Taqwa, Arifsyah Pohan, S.E., S.H., menyambut baik pelaksanaan kegiatan serta bantuan perangkat yang diberikan Tim PKM POLMED. Program tersebut diharapkan dapat membantu BKM memperbaiki sistem administrasi dan memberikan informasi yang lebih terbuka kepada jamaah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Politeknik Negeri Medan dan Tim PKM yang telah memberikan pelatihan, pendampingan, serta perangkat TV Android JWS kepada Masjid At-Taqwa. Ilmu dan fasilitas yang diberikan ini akan kami manfaatkan untuk memperbaiki administrasi serta meningkatkan pelayanan dan keterbukaan informasi kepada jamaah,” ungkapnya.
Dari Papan Pengumuman Menuju Transparansi Digital
Digitalisasi informasi menjadi salah satu perubahan yang didorong melalui program ini. Sebelumnya, informasi keuangan Masjid At-Taqwa masih bergantung pada papan pengumuman konvensional.
Hasil identifikasi awal bahkan menunjukkan belum tersedianya komputer dan printer, pencatatan masih manual, informasi dana infak, sedekah dan pembangunan belum tersaji secara berkala, serta laporan belum disusun berdasarkan ISAK 35.
Karena itu, penggunaan TV Android berbasis JWS diharapkan menjadi langkah awal transformasi dari pelaporan konvensional menuju penyampaian informasi berbasis digital. Selain jadwal waktu salat, perangkat dapat dimanfaatkan BKM untuk menampilkan pengumuman kegiatan, informasi penerimaan dan penggunaan dana, kegiatan pembangunan, serta informasi pelayanan jamaah lainnya.
Program PKM ini sekaligus menunjukkan bahwa pengabdian perguruan tinggi dapat diarahkan pada persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Transfer pengetahuan tidak hanya diwujudkan melalui pelatihan, tetapi juga melalui pendampingan dan pemanfaatan teknologi yang dapat diteruskan secara mandiri oleh mitra.
Kegiatan ini relevan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan literasi dan keterampilan pengurus BKM serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik dalam pengelolaan dana umat. Hal tersebut juga telah menjadi bagian dari orientasi program PKM POLMED di Masjid At-Taqwa.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Tim PKM POLMED berharap BKM Masjid At-Taqwa mampu melanjutkan pencatatan dan pelaporan keuangan secara konsisten serta mengoptimalkan TV Android JWS sebagai media informasi publik.
Dengan demikian, manfaat program tidak berhenti setelah kegiatan pengabdian selesai, tetapi berkembang menjadi sistem tata kelola masjid yang lebih transparan, akuntabel, digital, dan berkelanjutan. (PN)
0 Komentar