Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Menteri Agama: Kontribusi Dunia Melayu Islam Asia Tenggara Berperan Penting Terwujudnya Perdamaian Dunia

Petranews.com-Medan| Menteri Agama RI Prof Dr KH Nasaruddin Umar, menegaskan, kontribusi besar bangsa Melayu Islam di kawasan Asia Tenggara, sangat berperan penting terwujudnya perdamaian dunia. Sebab kawasan Asia Tenggara yang terikat dalam satu rumpun bangsa Melayu, terlihat jelas kebersamaan, terutama kerjasama regional antar kawasan.

Hal ini ditegaskan Menteri Agama saat membuka Seminar dan Conference Internasional di Kampus I UIN SU Jalan Sutomo Medan,  Senin (24/11) dengan mengundang para narasumber dari beberapa Kampus dunia.
"Kondisi dunia saat ini diliputi banyaknya terjadi konflik, disebabkan adanya perbedaan dan kepentingan politik, sehingga berdampak terganggu hubungan politik antar kawasan, dan Presiden Prabowo tegas menyampaikan di dalam forum-forum internasional, bahwa konflik yang terjadi di beberapa belahan dunia, hanya menghasilkan kerusakan dan korban jiwa, karena itu seruan perdamaian dunia harus disampaikan secara luas kepada dunia,"ujar Menteri Agama Prof Nasaruddin dalam sambutannya.

Perkembangan dan perubahan peta geopolitik global, sangat mempengaruhi kondisi seluruh bangsa-bangsa di dunia, termasuk kawasan Asia Tenggara. Karena itu perlu diperkuat kerjasama regional Asean, terutama penguatan komunitas Melayu dan dunia Islam, terus mendorong agar terciptanya harmoni di seluruh kawasan.

"Indonesia di persiapkan sebagai trans center bagi masyarakat Islam global, dan Asia Tenggara merupakan negara serumpun berperan penting sebagai satu kekuatan bersama bagi kepentingan di kawasan Asean, sebab 1/5 umat Islam di kawasan Asean memberi kontribusi besar bagi terciptanya kawasan yang aman, sekaligus berdampak pada kawasan di sekitarnya,"ucap Imam Besar Masjid Istiqlal ini.

Posisi strategis ini,.lanjut Prof Nasaruddin penting di maksimalkan bagi terciptanya kawasan yang damai, inklusif dan berdampak pada terciptanya tatanan dunia yang lebih baik.

"Karena itu dunia Melayu memiliki peran yang tidak bisa di nafikan bagi kemajuan dan keutuhan umat Islam di seluruh kawasan Asean. Dunia Melayu dunia Islam sangat egaliter dan tidak diskriminatif. Indonesia yang majemuk dan damai terbentuk adanya akulturasi budaya yang masing-masing terjaga dalam pemahaman dan dimensi budayanya masing-masing,"tegas Menteri Agama.

Umat Islam Indonesia dan kawasan Asean, lanjut Manteri Agama sebagai kuntum khairul umat dan mencegah terjadinya potensi konflik, karena adanya kesamaan pandangan dalam melihat dinamika yang ada.

 "Wilayah Timur Tengah dan diberbagai belahan dunia lain terus bergejolak dengan konflik yang saat ini masihan terus terjadi, itu disebabkan tidak adanya kesamaan pandangan. Ketidakmampuan menjaga perbedaan itulah menjadi penyebab terjadinya benturan sehingga berdampak pada kerusakan ekosistem, infrastruktur serta korban jiwa,"ungkap Menteri.

Lebih jauh disampaikan Prof Nasar, umat Islam di Asean sangat homogen, dan berbeda dengan Islam di Timur Tengah yang terus terjadi Konflik disebabkan adanya perbedaan antara Islam Syiah dan Sunni. 

"Ahlussunnah wal Jama'ah (ASWAJA) sebutan lain untuk Sunni, yaitu paham Islam yang berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW serta tradisi para sahabatnya. Paham ini menekankan pada prinsip moderat, toleran, dan berpegang pada sumber hukum Islam yang meliputi Al-Qur'an, Sunnah, Ijma', dan Qiyas, inilah yang menjadi dasar berpijak masyarakat Melayu Islam di kawasan Asean,"tutur Menteri Agama. 


Ditegaskan Menteri Nasaruddin, bahwa Islam Indonesia tidak pernah mempertentangkan konsep demokrasi dan Islam, sebab itu sudah selesai, isu kesetaraan gender dan Asean melesat jauh meninggalkan isu-isu lama.

"Karena itu Kementrian Agama dan Kampus UIN lainnya turut berkontribusi menjembatani perbedaan di kalangan bangsa Indonesia. MUI, FKUB dan Pancasila sebagai penguat nilai secara universal,"ujar Menteri Agama.

Hadir dalam pembukaan Seminar dan Conference Internasional Rektor UIN SU Prof Dr Hj Nurhayati, M.Ag, Gubernur Sumatera Utara di wakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs Basarin Yunus Tanjung, M.Si, Konsulat Jenderal Malaysia di Medan Shahril Nizam Abdul Malek, Konsulat Jenderal India di Medan Ravi Shankar Goel, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara H Ahmad Qosbi, S.Ag, MM dan para pejabat di lingkungan UIN SU dan Kementerian Agama Sumatera Utara, mahasiswa Pascasarjana dan undangan lainnya. (AS)

Posting Komentar

0 Komentar