Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

PW ISMI Sumut Gelar Diskusi Konstruksi Gerakan Wakaf dan Digitalisasi Melayu di Sumatera Utara

Medan – Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (PW ISMI) Sumatera Utara mulai merumuskan Peta Jalan Kesarjanaan Melayu Indonesia sebagai arah baru penguatan peran intelektual Melayu dalam pembangunan nasional. Langkah tersebut ditandai dengan penyelenggaraan Diskusi Publik bertema "Konstruksi Peta Jalan Masa Depan Kesarjanaan Melayu Indonesia" di Madani Hotel Medan, Kamis (23/7/2026).

Forum ilmiah yang menghadirkan akademisi lintas disiplin ini menjadi ruang konsolidasi pemikiran untuk memperkuat posisi ISMI sebagai organisasi intelektual yang tidak hanya melestarikan khazanah Melayu, tetapi juga menghasilkan gagasan strategis dan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah.

Ketua PW ISMI Sumatera Utara, Prof. Dr. Nispul Khoiri, M.Ag didampingi sekretaris Ismail Marzuki menegaskan bahwa transformasi organisasi harus diarahkan agar ISMI menjadi pusat pemikiran sekaligus agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan bangsa.

"PW ISMI hadir sebagai pusat pemikiran strategis dan agen perubahan. ISMI akan menyumbangkan gagasan, kajian, dan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna menyukseskan program pembangunan menuju Indonesia Emas. Karena itu, ISMI menempatkan dirinya sebagai mitra kebijakan publik, pemberdayaan sumber daya manusia, katalisator kerukunan, dan transformasi sosial," Ujarnya.

Menurutnya, organisasi intelektual tidak lagi cukup hanya menjadi ruang silaturahmi para sarjana. Di tengah perubahan global yang berlangsung sangat cepat, organisasi berbasis keilmuan dituntut menjadi pusat produksi pengetahuan yang mampu melahirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa.

Karena itu, melalui diskusi publik tersebut, PW ISMI Sumatera Utara mulai menyusun roadmap organisasi sebagai panduan pengembangan program yang berorientasi pada riset, pengabdian masyarakat, serta penguatan kebijakan publik.

Salah satu agenda strategis yang diperkenalkan dalam diskusi ini adalah Digitalisasi Melayu, yakni transformasi warisan budaya, sastra, sejarah, adat istiadat, serta nilai-nilai Melayu ke dalam ekosistem digital agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan teknologi.

"Melalui Diskusi Publik ini, PW ISMI ingin mengonstruksi Digitalisasi Melayu sebagai proses transformasi warisan budaya dan nilai-nilai Melayu ke dalam format digital. Tujuannya untuk melestarikan naskah kuno, mendokumentasikan adat istiadat, serta menyebarluaskan nilai-nilai moral agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), harus dimanfaatkan untuk membumikan kembali nilai-nilai Melayu kepada generasi muda,".

Selain mengangkat isu digitalisasi budaya, Prof. Nispul juga menggagas penguatan gerakan wakaf produktif sebagai salah satu instrumen pembangunan ekonomi masyarakat. Menurutnya, wakaf harus diposisikan sebagai kekuatan ekonomi umat yang dikelola secara profesional untuk mendukung pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan.

Diskusi publik tersebut menghadirkan  sejumlah Narasumber terkemuka, di antaranya Guru Besar Ekonomi Islam UIN Sumatera Utara Prof. Dr. Muhammad Yafiz, M.A., Guru Besar Linguistik Universitas Sumatera Utara Prof. Dra. T. Silvana Sinar, Ph.D., Guru Besar Sejarah Universitas Negeri Medan Prof. Dr. Phil. Ichwan Azhari, M.S., dan pakar komunikasi digital Dr. Fakhrur Rozi, M.I.Kom, sekretaris jenderal DPP Mabin Dr. Syarifuddin Syba, M.H dan dimoderatori oleh Bendahara PW ISMI Sumut Assoc. Prof. Dr. Sri Rezeki, S.E., M.M. 
Berbagai perspektif yang disampaikan memperkaya pembahasan mengenai masa depan kesarjanaan Melayu di tengah dinamika global, transformasi digital, dan tantangan pembangunan nasional.

Diskusi publik PW ISMI Sumatera Utara juga dihadiri oleh tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh masyarakat Melayu yang semakin menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem intelektual yang produktif, kolaboratif, dan berdampak.

Hasil diskusi akan dihimpun menjadi rekomendasi strategis sekaligus menjadi pedoman penyusunan Peta Jalan Kesarjanaan Melayu Indonesia, sebagai kontribusi nyata ISMI dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, menjaga marwah Melayu, dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. (red)

Posting Komentar

0 Komentar