Petranews.com-Deli Serdang| Suasana memanas terjadi di kawasan Desa Medan Sinembah dan Limau Manis, Kabupaten Deli Serdang, Senin (27/7).
Ratusan masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani turun langsung ke lokasi lahan yang selama puluhan tahun mereka kuasai dan garap.
Kedatangan warga ini dipicu adanya rencana pengerjaan ulang lahan yang disebut akan dilakukan oleh pihak TNI AL.
Warga yang merasa memiliki keterikatan dengan lahan tersebut langsung melakukan aksi protes dan berusaha menghentikan aktivitas di lokasi.
Ketegangan semakin meningkat ketika alat berat berupa traktor yang telah disiapkan untuk mengerjakan lahan hendak dioperasikan.
Ratusan warga berupaya menghadang dan meminta agar aktivitas tersebut dihentikan.
Dengan suara lantang, warga meneriakkan penolakan. Mereka meminta agar lahan yang selama ini menjadi sumber penghidupan tidak diambil begitu saja.
Bagi masyarakat, tanah tersebut bukan sekadar lahan, tetapi menjadi tempat mereka menggantungkan hidup guna memenuhi kebutuhan keluarga mereka selama bertahun-tahun.
“Jangan ambil tanah kami!. Kami sudah puluhan tahun mengerjakan dan menggantungkan hidup dari lahan ini,” teriak sejumlah warga di tengah aksi protes.
Situasi semakin tegang ketika sejumlah personel TNI AL, bersama Satpol PP Kabupaten Deli Serdang terlihat berjaga di lokasi.
Aparat dikerahkan untuk mengamankan situasi dan mencegah massa mendekati area lahan yang akan dikerjakan.
Ketegangan kembali memuncak saat puluhan prajurit bergerak masuk ke tengah kerumunan warga.
Kehadiran aparat di tengah massa membuat sebagian warga panik.
Warga kemudian berusaha memecah barisan prajurit yang dianggap menghalangi mereka untuk mendekati lokasi lahan.
Aksi saling berhadapan antara warga dan aparat pun tak terhindarkan.
Situasi tersebut membuat suasana di lokasi semakin memanas.
Warga berharap persoalan lahan yang telah mereka garap selama puluhan tahun dapat diselesaikan melalui jalur musyawarah dan dialog sehingga tidak berujung pada konflik terbuka.
Mereka juga meminta agar pemerintah dan pihak terkait turun tangan mencari solusi yang adil bagi seluruh pihak.
Persoalan penguasaan dan pemanfaatan lahan tersebut diharapkan segera mendapatkan kejelasan agar tidak semakin memicu ketegangan antara masyarakat dan aparat.
“Kami tidak terima. Mereka (TNI AL) dengan seenaknya mau merampas lahan garapan yang sudah puluhan tahun kami duduki dan kelola. Mereka beralasan untuk Ketahanan Pangan. Kami juga masyarakat menanam tanaman pertanian di lahan ini,” teriak Suwarno, salah seorang warga.
Sementara itu, konflik agraria di Kab. Deli Serdang sebenarnya bukan persoalan baru. Ketegangan antara petani dan pemegang konsesi termasuk BUMN perkebunan telah berulang kali muncul.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI AL, terkait bentrok antara warga masyarakat penggarap dengan pihak TNI AL. (PN)
0 Komentar