Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Kasatgaswil Sumatera Utara Densus 88 AT Apresiasi Prodi Hukum Islam UIN SU

Petranews.com-Medan| Kepala Satuan Tugas Wilayah Detasemen Khusus 88 Anti Teror Sumatera Utara Komisaris Besar (Kombes) Pol Dr Didik Novi Rahmanto, S.IK, MH, mengapresiasi capaian prestasi akademik program studi Hukum Islam program Pascasarjana Doktoral UIN SU, yang sukses mencetak para sarjana dan pemikir yang memiliki kompetensi dan bidang keahlian, dan itu dapat di kolaborasikan dengan program De-radikalisasi Detasemen Khusus 88 Anti Teror, sehingga para narapidana tindak pidana teroris (tipiter) kembali sadar dan tumbuh rasa nasionalisme pada bangsa dan negari ini, sebab pemahaman yang mereka terima selama ini tidak sesuai dengan fakta yang ada. Karena itu kehadiran para sarjana dan pemikir dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) setidaknya mampu memberikan pemahaman secara menyeluruh, tentang kaidah-kaidah ajaran Islam, terutama tentang makna jihad dalam arti yang lebih luas.

Hal ini disampaikan Kasatgaswil Sumatera Utara Densus 88 AT kepada media, seusai tampil sebagai penguji eksternal pada sidang terbuka Program Pascasarjana UIN SU untuk Program Studi Hukum Islam, Kamis (12/2/2026) di Kampus I UIN SU Sutomo Medan.

"Pertama kami apresiasi program studi Hukum Islam Pascasarjana program Doktor UIN SU ini dibawah pimpinan Prof Dr Arifuddin Muda Harahap, M.Hum, bahwa alumni Program Doktor Hukum Islam UIN SU ini mampu melahirkan para sarjana berkualitas, sebab alumni UIN SU memiliki double kemampuan, baik kemampuan akademik maupun keagamaan, sehingga dalam pencegahan dan penangkalan paham terorisme bagi mereka yang belum terpapar paham radikal, sebab UIN SU memiliki sumberdaya manusia yang mumpuni dan kecakapan, baik dari segi ilmu-ilmu umum berlebih lagi nilai-nilai agama,"ujar Kombes Didik.

Selanjutnya di tegaskan perwira melati tiga ini, tugas-tugas pencegahan aksi teroris dapat di tekan, dengan pemahaman yang inklusif dan terbuka tentang paham keagamaan yang benar, sehingga paham ekstrim keagamaan dapat di sampaikan secara benar, di sinilah peran para sarjana UIN SU memberikan edukasi dan pemahaman keagamaan kepada mereka yang terjebak pada paham radikal dengan menjadikan agama sebagai alat untuk melakukan teror.

"Civitas akademika UIN SU tentu memiliki SDM yang unggul dan menguasai tentang doktrin-doktrin agama yang terkadang mereka (pelaku teroris) terjebak dalam konsep berfikir agama yang salah, baik dalam mengartikulasikan ayat-ayat tentang jihad dan lainnya, padahal makna jihad yang sesungguhnya bukan seperti yang dipahami para pelaku teroris. Doktrin Thought yang berisikan kebencian pada negara dan sebagainya, harus di luruskan pemikiran disinilah misi agama hadir guna menyadarkan kekeliruan dalam beragama,"ucap Dr Didik.

Dibagian akhir, Satgaswil Sumatera Utara sedang menjajaki kerjasama dalam rangka program De-radikalisasi, dan UIN SU memiliki peran penting dan strategis guna menetralisir paham sempit tentang agama.

"Insya Allah kerjasama ini segera kita lakukan dengan harapan mereka yang terpapar paham radikal bisa kembali kesadaran berbangsa dan bernegara, sekaligus mereka menjadi pribadi yang baik, soleh dan tetap mencintai bangsanya,"jelas Kombes Pol Dr Didik Novi Rahmanto di akhir wawancara.

Sementara itu, Ketua Prodi S3 Hukum Islam UIN SU Prof Dr Arifuddin Muda Harahap, M.Hum, mengucapkan terimakasih atas kesediaan Kepala Satgaswil Sumatera Utara Densus 88 AT Kombes Pol Dr Didik Novi Rahmanto, S.IK, MH yang bersedia hadir sebagai penguji eksternal pada sidang terbuka promosi Doktor Hukum Islam Pascasarjana UIN SU, serta berharap kerjasama akademik dan keumatan lainnya antara UIN SU dan Satgaswil Sumatera Utara dapat di lanjutkan untuk masa mendatang.

"Terimakasih atas kesediaan Kepala Satgaswil Sumatera Utara Densus 88 AT Kombes Pol Dr Didik Novi Rahmanto, S.IK, MH yang telah hadir sebagai penguji eksternal pada sidang terbuka Doktor pada Prodi Hukum Islam, semoga kerjasama akademik ini dapat dilanjutkan, dan kami siap berkontribusi aktif bagi terciptanya kondisi bangsa yang aman, cerdas dan berkualitas dilandasi semangat kebangsaan dan nilai-nilai spiritualitas,"ucap Prof Arif yang juga Ketua PW ISNU Sumatera Utara ini menambahkan.

Posting Komentar

0 Komentar