Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Presiden Apresiasi Suksesnya Muktamar NU Berjalan Aman Dan Lancar

Petranews.com-Jombang|Presiden Prabowo memuji jalannya Muktamar NU yang berlangsung sukses, rukun, dan damai. Ia menilai NU berhasil memberikan contoh yang sangat baik bagi seluruh bangsa tentang bagaimana mengelola organisasi beranggota ratusan juta orang melalui proses musyawarah yang tertib.

Hal ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada saat menutup acara Muktamar NU ke 35 di Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

"Selamat atas suksesnya pelaksanaan Muktamar NU yang berjalan khidmat, aman dan lancar, dan selamat kepada pengurus yang baru saja terpilih melalui musyawarah yang demokratis, semoga kerjasama yang baik ini dapat kita lanjutkan bersama pemerintah membangun peradaban bangsa,"ujar Presiden dalam sambutannya.
Lebih jauh di sampaikan Presiden Prabowo, musyawarah yang baru saja di laksanakan kader Nadhlatul Ulama, patut menjadi contoh bagi lainnya, bahwa musyawarah yang guyup, demokratis dan sejuk akan melahirkan pimpinan yang amanah dan bertanggung jawab terhadap apa yang telah diputuskan dalam muktamar.

"Musyawarah yang di tunjukkan para kader NU dan teladan para ulama serta kyai  menunjukkan keteladanan ditengah kompetisi yang berjalan ketat, namun jika putusan sudah diambil dan dipilih, maka kita wajib menghormati serta patuh apapun yang menjadi keputusan muktamar, ulama merupakan penjaga pilar keumatan yang menjadi teladan ditengah umat dan bangsa kita," tegas Presiden.

Penutupan muktamar ke 35 NU di tutup Presiden dengan ditandai pemukulan Kentungan serta pemberian Kartu Tanda Anggota (KTA) Nahdlatul Ulama kepada Presiden Prabowo yang diserahkan Rois Am terpilih KH Miftahul Akhyar, didampingi Ketua Umum Tanfidziah PB NU terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, para ulama dan para Menteri Kabinet Merah Putih lainnya.

Gus Kikin Terpilih Sebagai Ketua Umum PB NU.

Sebelum penutupan Muktamar, sembilan ulama yang tergabung dalam Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) menggelar sidang tertutup di kediaman KH Abdul Wahab Hasbullah, Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Senin pagi.

Sidang tersebut digelar pukul 06.20 WIB sampai 07.00 WIB untuk memilih Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031 dari lima nama yang diusulkan para muktamirin.

Kelima nama tersebut yakni KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, serta KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin.

Hasilnya, sembilan ulama AHWA sepakat memilih Gus Kikin yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031.

"Dari 5 nama calon yg diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat memutuskan untuk memilih KH Abdul Hakim Mahfudz menjadi Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031," kata KH Anwar Iskandar dalam sidang pleno V muktamar di halaman Gedung Serba Guna (GSG) KH Hasbullah Said, PP Bahrul Ulum, Jombang, Senin (31/8/2026).

Kiai Anwar mengatakan keputusan tersebut diambil melalui musyawarah mufakat sembilan anggota AHWA. Rapat tertutup itu dibuka dengan bacaan Surah Al-Fatihah oleh KH Anwar Manshur dan ditutup dengan doa dari Kiai Manshur.

"Rapat yang kami laksanakan tadi pagi adalah sebuah musyawarah mufakat yang merupakan pelaksanaan mandat keputusan muktamar. Ini adalah mekanisme yang pertama kita lakukan di dalam pemilihan kepengurusan NU," jelasnya.

Sementara itu, pada rapat tertutup Minggu (30/8) malam, sembilan ulama AHWA telah memilih KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU masa khidmat 2026-2031.

Kiai Miftach kembali menduduki jabatan tersebut setelah sebelumnya terpilih menjadi Rais Aam PBNU masa khidmat 2021-2026 hasil Muktamar ke-34 NU di Lampung.

Dengan terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketum PBNU dan Kiai Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam, kepemimpinan PBNU periode 2026-2031 telah terbentuk dan selanjutnya akan memimpin organisasi Nahdlatul Ulama untuk lima tahun ke depan. (AS)

Posting Komentar

0 Komentar