Petranews.com-Medan| Kota Medan yang pluralis, merupakan miniatur contoh keberagaman di Indonesia. Sebab di Kota Medan ini berhimpun beragam budaya, suku dan agama, dengan berbagai bahasa daerah yang beragam, menjadikan Kota Medan ini sangat pluralis , namun kehidupan sosial masyarakatnya berjalan sangat harmonis.
Hal ini disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan Dr H Impun Siregar, MA saat membuka kegiatan Forum Group Discussion (FGD) sekaligus launching Rumah Ibadah dan Madrasah Ramah Anak Mewujudkan Kota Layak Anak, yang diinisiasi Pimpinan Wilayah Generasi Pemuda Islam (GPI) Sumatera Utara, Rabu (12/11) di Aula PLHUT Kota Medan.
"Kota ramah anak, di wujudkan tersedianya fasilitas tempat bermain anak di tempat ibadah, sehingga terbentuk sikap religiusitas bagi generasi bangsa,"ujar Dr Impun.
Lebih jauh disampaikan Dr Impun, rumah ibadah sangat berperan penting bagi pembinaan karakteristik dan perilaku anak-anak, sehingga tumbuh sikap yang baik, bermoral dan santun.
"Kementerian agama dan Pemko Medan mendorong terbangunnya harmoni ditengah masyarakat, melalui rumah ibadah, anak-anak terbentuk sikap dan perilaku yang baik serta memiliki sikap toleran bagi umat lain.
Pesan kedamaian dapat tersampaikan kepada masyarakat lewat tokoh-tokoh agama,"ucap Dr Impun.
Lebih jauh dijelaskan alumni Doktor UIN SU ini, bahwa rumah ibadah bukan hanya dijadikan tempat ibadah, lewat rumah ibadah inilah tercipta kerukunan terutama bagi usia dini terbentuk sikap dan perilaku toleran.
"Rumah ibadah bisa dijadikan pusat pembinaan spiritual bagi jemaah masing-masing, sehingga segala bentuk kejahatan, intoleran dan lainnya, dapat di tekan sekecil mungkin. Kota Medan merupakan miniatur keberagaman dan toleransi bagi Indonesia, sehingga banyak daerah yang belajar ke Kota Medan bagaimana membangun semangat Keberagaman itu,"sebut Impun Siregar.
Sebelumnya Ketua Panitia Johan Merdeka dalam laporannya menyampaikan bahwa sinergitas antar umat beragama, terbangun lewat pesan keagamaan melalui rumah ibadah masing-masing, dan bagaimana anak-anak dapat ruang bermain di rumah ibadah, sekaligus menanamkan nilai-nilai spiritualitas sejak kecil.
"Anak sebagai generasi masa depan bangsa dipersiapkan agar terhindar dari berbagai kesalahan, menghilangkan fikiran bersikap radikal dan intoleran. Rumah ibadah menjadi penting dan strategis terbentuknya karektik anak Indonesia yang ramah, beriman dan toleran,"ucap Johan laporannya.
Hadir di forum FGD yang nantinya menjadi pemateri diantaranya, Ketua MUI Kota Medan Dr H Hasan Matsum, MA, Ketua PGI Wilayah Sumatera Utara Pendeta Victor Tambunan, MTh, Kasat Binmas Polrestabes Medan AKBP Wenny Mochtar, Kepala Bapeda Medan Fery Ihsan, ST, M.Eng, Perwakilan Bank Indonesia Medan dan Ahmad Daud yang juga Ketua Generasi Pemuda Islam (GPI) Sumatera Utara.
Kasubbag TU Kantor Kementerian Agama Kota Medan H. Untung Nasution, MH, para Kepala Seksi di lingkungan Kantor Kementerian Agama Medan, penyuluh agama dan undangan lainnya..(AS)


0 Komentar