Medan — Akademisi sekaligus pengamat komunikasi politik Sumatera Utara, M. Taufiq Hidayah Tanjung, resmi meraih gelar Doktor dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.
Gelar tersebut diraih setelah Taufiq sukses menjalani Sidang Promosi Doktor pada Senin, 16 Maret 2026, dengan mempertahankan disertasinya di hadapan dewan penguji. Dalam sidang tersebut, ia mengangkat disertasi berjudul “Strategi Komunikasi Politik Partai NasDem Melalui Gerakan Restorasi Indonesia dalam Meraih Suara pada Pemilu 2024 di Sumatera Utara.”
Penelitian ini mengkaji bagaimana strategi komunikasi politik yang dijalankan oleh Partai NasDem melalui gagasan Gerakan Restorasi Indonesia mampu membangun citra politik, memperkuat konsolidasi kader, serta memengaruhi preferensi pemilih dalam kontestasi Pemilu 2024 Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera Utara.
Dalam disertasinya, Taufiq juga menawarkan kebaruan ilmiah berupa konsep Teori Komunikasi Restoratif, yakni pendekatan komunikasi politik yang menekankan pada narasi pemulihan, perubahan, dan perbaikan sistem politik melalui pesan yang konsisten dan berorientasi pada kepercayaan publik.
Menurut Taufiq, salah satu prinsip penting dalam gerakan restorasi yang menjadi bagian dari komunikasi politik partai adalah komitmen terhadap politik tanpa mahar, yang dimaknai sebagai upaya menghadirkan praktik politik yang lebih bersih dan berintegritas.
“Salah satu prinsip utama dari gagasan restorasi adalah mendorong praktik politik tanpa mahar. Narasi ini menjadi bagian dari komunikasi politik yang ingin membangun kepercayaan publik bahwa politik dapat dijalankan secara lebih transparan, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ujar Taufiq dalam sidang promosi doktor tersebut.
Ia menambahkan bahwa konsep komunikasi restoratif lahir dari temuan empiris yang menunjukkan bahwa narasi perubahan dan perbaikan sistem politik memiliki daya tarik kuat bagi masyarakat, terutama ketika disampaikan secara konsisten melalui berbagai saluran komunikasi politik.
Usai sidang promosi doktor, Taufiq juga mengungkapkan rasa syukur atas capaian akademik yang diraihnya.
“Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah SWT atas selesainya proses akademik ini. Gelar doktor ini bukan hanya capaian pribadi, tetapi juga hasil dari doa, dukungan, dan bimbingan banyak pihak,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para promotor, dewan penguji, keluarga, serta seluruh civitas akademika Universitas Islam Negeri Sumatera Utara yang telah memberikan dukungan selama proses studinya.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada para promotor, dewan penguji, keluarga, sahabat, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan bimbingan sehingga saya dapat menyelesaikan studi doktoral ini dengan baik,” tambahnya.
Dalam sidang promosi tersebut, Taufiq berhasil menjawab berbagai pertanyaan kritis dari para penguji dan mempertahankan argumen akademiknya secara komprehensif.
Dewan penguji pun menyatakan disertasi tersebut layak dan memenuhi standar akademik untuk meraih gelar doktor di bidang komunikasi.
Capaian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian komunikasi politik di Indonesia, sekaligus memperkaya khazanah keilmuan melalui gagasan komunikasi restoratif sebagai pendekatan baru dalam strategi komunikasi politik.

0 Komentar