Petranews.com-Medan| Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumatera Utara, sukses menggelar diskusi bertajuk Kegiatan Literasi Digital Berbasis Moderasi mengusung tema, "Memperkuat Peran Guru dalam Menangkal Paham Kekerasan Pada Siswa" bertempat di Andaliman Hall Medan selama 2 hari, mulai tanggal 20 - 21 Oktober 2026.
Diskusi yang digagas Ketua FKPT Sumatera Utara Prof Dr Arifuddin Muda Harahap, M.Hum bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), menghadirkan para narasumber, undangan dan peserta yang terdiri dari pelajar SMA/SMK/MA, mahasiswa hingga organisasi masyarakat, selama dua hari serius mengikuti kegiatan diskusi ini.
Sementara itu, diantara narasumber dan tamu yang hadir dalam kegiatan itu, diantaranya Irjen Pol. Wawan Ridwan, S.I.K., S.H., M.H selaku Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPT sekaligus membuka acara.
Dr H. Sugiat Santoso, S.E., M.S.P. Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI sekaligus sebagai Keynote Speaker,
Bintang Cahaya Pranalesti (Narasumber Nasional BNPT), Prof. Dr. Hj. Nurussakinah Daulay, M.Psi Narasumber Daerah BNPT,
Kombes Pol. Guntur Andrianto, S.Si dari Kasatgaswil Densus 88 Sumatera Utara, Emir Mahbuk Lubis, M.AP Kesbangpol Provinsi Sumatera Utara mewakili Gubernur Sumut dan Prof. Dr. Arifuddin Muda Harahap, M.Hum (Ketua FKPT Sumatra Utara) dan 5 kepala bidang FKPT Sumatra Utara serta seluruh pengurus FKPT Sumatera Utara.
Dalam sambutannya Prof. Dr. Arifuddin Muda Harahap, M.Hum menyampaikan bahwa acara kegiatan ini diikuti 250 orang guru se - Sumatera Utara.
Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan penguatan pemahaman guru tentang literasi digital yang berbasis moderasi sehingga guru dapat memberikan pengetahuan mereka tersebut kepada murid- murid di Sekolah.
"Tujuan dari kegiatan ini dapat meminimalisir pemikiran ekstrimisme dan radikalisme dikalangan pelajar dan generasi muda Sumatera Utara. Sebab ruang dan potensi perilaku ekstrimis itu terjadi lewat jejaring media sosial, apalagi para pelajar kita sangat rentan pemikirannya di eksploitasi pemahaman radikal dan tanpa mampu melakukan sensor terkait konten-konten provokatif, disinilah peran guru dan orangtua agar bisa membantu siswa kita agar tidak terjerumus pada paham radikal, awasi mereka dan beri edukasi serta pemahaman yang baik tentang bermedia sosial," ujar Prof Arif saat penutupan acara, Rabu (21/10/2026).
Guru Besar ilmu Hukum UIN SU ini berharap, lewat kegiatan ini, terbangun kesadaran kolektif siswa dan pemuda di Sumatera Utara, agar bijak dan selektif dalam melihat tayangan yang berselancar di ruang-ruang digital, sehingga pada akhirnya mereka mampu serta memiliki pemahaman yang baik dalam melihat dan memilih konten-konten yang mendidik dan mencerdaskan.
"Kami berharap melalui ruang diskusi ini lahir pemikiran dan pemahaman para siswa tentang bahaya laten aksi radikalisme, dan itu hanya merugikan diri dan orang lain, selanjutnya hasil dari diskusi ini nantinya mereka menjadi duta-duta kebaikan, baik saat berada dilingkungan sekolah maupun lingkungan tempat tinggalnya, sehingga pada akhirnya terciptalah lingkungan sosial yang aman dan nyaman, terhindar dari sikap dan perilaku radikal, munculnya sikap-sikap santun, religius dan cerdas dalam pergaulan sosialnya," tegas Ketua Prodi S3 Hukum UIN SU ini.
Pada bagian lain, Prof Arif juga menyampaikan terima kasih atas kerjasama berbagai pihak sehingga acara ini dapat berjalan dengan baik, antara lain, Irjen Pol. Wawan Ridwan, S.I.K., S.H., M.H (Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPT) yang telah mensupport acara, terima kasih kepada seluruh peserta termasuk para guru dan perwakilan ormas di Sumatera Utara.
Terimakasih selanjutnya kepada Dr H. Sugiat Santoso, S.E., M.S.P. (wakil Ketua Komisi XIII DPR RI) yang merupakan tokoh muda Sumatra Utara yang saat ini diamanahkan masyarakat Sumatera Utara sebagai wakil rakyat sekaligus keynote speech pada kegiatan FKPT Sumatera Utara.
Beberapa catatan dalam kegiatan diskusi disampaikan Irjen Pol. Wawan Ridwan, S.I.K., S.H., M.H (Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPT) apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini menyampaikan terimakasih kepada FKPT Sumatera Utara.
"Terkhusus kepada Prof. Arif yang telah melaksanakan acara ini dengan sangat baik dan sukses hal ini dibuktikan dengan antusiasnya para peserta mengikuti acara ini sehingga menurut pandangan saya peserta sangat membludak hingga hampir dihadiri 500 orang peserta," ujar Irjen Pol Wawan Ridwan dalam sambutannya saat membuka acara.
Dr H. Sugiat Santoso, M.AP sebagai Keynote Speech menyampaikan rasa bahagianya karena acara yang dilaksanakan Prof Arif ini sangat berhasil, dan berharap apa-apa yang dihasilkan dalam forum ini, menjadi catatan penting bagi upaya kongkrit menekan angka tindakan radikalisme dikalangan pelajar kita.
"Saya sangat berharap para guru-guru dapat mengikuti acara ini dengan serius apalagi tadi ketika saat berdiskusi prof Arif mengatakan kepada saya bahwa besok dalam hari kedua para guru akan menyusun kurikulum tentang literasi moderasi yang akan diterapkan disekolah masing-masing. Kita harus menyelamatkan para pelajar dan generasi muda Sumatera Utara. Apa yang dilakukan FKPT Sumut dan Prof Arif sebagai lokomotifnya tentu bisa berkontribusi besar terciptanya ruang-ruang positif bagi para pelajar kita sehingga terhindar dari paham dan pemikiran ekstrimis radikalis," ucap Sugiat dalam orasinya.
Sementara itu Prof Sakinah sebagai pemateri daerah BNPT menyampaikan pada materinya bahwa cara menyelamatkan anak-anak dari bahaya perkembangan teknologi, anak dapat disibukkan dengan kegiatan kegiatan positif seperti les privat atau pekerjaan-pekerjaan kecil dirumah dan tentu dengan menghindari penggunaan alat komunikasi yang berlebihan bagi anak-anak yang berstatus pelajar ini semua demi anak-anak masa depan kita.
Narasumber lainnya Bintang Cahya Pranalesti sebagai pemateri nasional BNPT dalam materinya menyampaikan bahwa silabus kurikulum literasi moderasi yang sudah disusun hendaknya dimaksimalkan pelaksanannya dalam proses belajar mengajar di sekolah masing-masing agar tujuan penyelamatan pemikiran pelajar dari ekstrimisme dan radikalisme di Sumatera Utara dapat berjalan dengan baik
Salah seorang peserta guru dari sekolah Islam wakaf Al-Armi Kab. Deli Serdang Riki Adriansyah Saragih, S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan FKPT Sumatera Utara ini sangat bermanfaat bagi, sehingga nantinya dapat pencerahan tentang bahaya pemikiran ekstrimisme dan radikalisme. Dia juga mengucapkan terimakasih kepada FKPT Sumatra Utara yang telah memfasilitasi kegiatan ini sehingga dalam menyusun silabus dan kurikulum literasi moderasi dapat gunakan ditempat mereka mengajar.
Dibagian akhir saat penutupan, Prof.Arif menyampaikan ucapan terimakasih atas partisipasi seluruh peserta kegiatan literasi digital berbasis moderasi "Memperkuat Peran Guru dalam menangkal Paham Kekerasan Pada Siswa". Prof Arif menyampaikan harapannya agar kegiatan ini benar- benar memberi manfaat kepada para pelajar dan generasi muda di Sumatera Utara.
Prof. Arif yang juga Ketua PW Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sumatera Utara didepan seluruh para peserta kegiatan tidak lupa mengucapkan 'Selamat Hari Santri Nasional', ia juga mengatakan bahwa dirinya juga seorang santri.
"Jadilah santri-santri sebagai generasi penerus bangsa ini," ujarnya diakhir sambutan penutupan acara. (AS)
0 Komentar