Petranews.com-Medan| Ikatan Sarjana Nahdhatul Ulama (ISNU) hari ini, Kamis 19 November 2025, genap berusia 26 tahun. ISNU lahir seiring bergulirnya Reformasi 1998 dan setahun sesudah Reformasi, ISNU dideklarasikan sebagai tempat berhimpunnya kaum intelektual dari warga Nahdliyyin, sebagai penguat dan pengikat persatuan serta persaudaraan kebangsaan, ditengah derasnya kekuatan massa yang berhasil menumbangkan hegemoni politik Orde Baru, dengan harapan, Reformasi menghadirkan semangat demokrasi, tegaknya hukum dan keadilan serta kesejahteraan rakyat.
Hal ini disampaikan Prof Dr Ansari, MA saat di minta awak media, terkait Harlah ISNU tahun ini, di mana situasi saat ini, baik kondisi sosial dan politik ditengah masyarakat sangat dinamis dengan beragam isu dan manuver politik, kian menggerus rasa persaudaraan kebangsaan diantara generasi bangsa, serta potensi konflik dan perseteruan politik kian kompleks, terutama pasca Pilpres 2024 dan pergantian pimpinan nasional.
"ISNU sebagai wadah berkumpulnya kaum intelektual warga NU yang terdidik diberbagai lembaga Perguruan Tinggi dan program studi yang berbeda, tentu ini memberikan warna bagi ISNU untuk berkontribusi bagi terjaganya persatuan dan persaudaraan kebangsaan,"ucap Prof Ansari kepada media, Rabu (19/11) di Medan.
Menurut Guru Besar Sosiologi Hukum Islam UIN Sumatera Utara ini, ISNU memiliki kekuatan sosial yang cukup besar, ditengah arus deras dinamika politik dan sosial yang terjadi. Sebagai organsiasi yang berisikan kelompok intelektual, ISNU di tuntut untuk mampu hadir sebagai pilar perekat ditengah arus perbedaan yang ada. Indonesia yang multikultural ini perlu dijaga dan dirawat, agar relasi sosial masyarakat tetap terjaga, sehingga terhindar dari berbagai perpecahan dikarenakan perbedaan yang ada.
"ISNU secara intelektual terikat pada norma akademik yaitu Tri Darma Perguruan Tinggi yang salah satunya Pengabdian Kepada Masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat jika di internalisasi, maka kewajiban kaum intelektual menjaga harmoni bangsa yang pluralis ini agar tidak terkoyak disebabkan adanya perbedaan, tugas kaum intelektual itulah menjaga harmoni tetap sejuk ditengah umat dan bangsa kita, dan ISNU salah satu pilar perekat Persatuan dan Persaudaraan kebangsaan ini,"tegas Anggota Dewan Pembina PW ISNU Sumatera Utara ini.
Harlah ISNU Ke 26 ini mengambil tema 'MENGGERAKKAN ILMU, MEWUJUDKAN ASTA CITA'. Tentu, lanjut founder Islam transitif ini, tema Harlah ini sangat tepat di sampaikan, di mana Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sangat fokus untuk meningkatkan kecerdasan anak bangsa lewat pendidikan, pemberian makan gizi gratis, sehingga kedepannya akan lahir generasi muda bangsa yang cerdas, sehat dan tentu berakhlak.
"Tema Harlah ISNU tahun ini cukup wonderful, sesuai dengan harapan dan keinginan Presiden Prabowo Subianto, bahwa bangsa ini butuh generasi yang sehat, cerdas dan berakhlak baik, tentu di bisa di lakukan lewat pendidikan, makan yang bergizi sehingga generasi bangsa memiliki kemampuan intelektual yang baik dalam berkompetisi di era global,"ucap Prof Ansari.
Dibagian akhir di sampaikan Prof Ansari, bahwa kaum cendikia ISNU berkontribusi bagi kemajuan bagi bangsa dan peradaban, melalui pendidikan dan Perguruan Tinggi punya peran penting dan strategis dalam mempersiapkan generasi muda bangsa. Sesuai tagline ISNU #ISNU Berdaya ISNUBerdampak. (AS)

0 Komentar