Petranews.com-Medan| Dr Bustami, S.IP, M.Sos seorang anak muda yang energik, pembelajar yang baik dan tidak pernah berhenti dengan apa yang didapatnya. Haus akan ilmu itulah yang menjadi sumber motivasi yang secara konsisten terus mengasah kemampuan intelektualnya hingga menghantarkan dirinya ke jenjang pendidikan tingkat doktoral di usia yang sangat relatif muda 29 tahun, Bustami menuntaskan pendidikan Pascasarjana Doktoral pada Fakultas Dakwah dan komunikasi di Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU).
Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Malikussaleh Lhokseumawe Aceh, sangat terobsesi dan hobby membaca berbagai literatur, baik nasional maupun internasional. Keinginan besar seorang Bustami yang berkeinginan melanjutkan studi Magister di negeri Belanda, tepatnya Leiden University, akhirnya kandas seiring wabah covid 19 melanda berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, di mana akses pergi dan keluar negeri di batasi bahkan di larang dengan berbagai aturan super ketat, akhirnya mimpi untuk melanjutkan studi di negeri Orange itupun kandas.
Namun, kesedihan dan kekecewaan itupun terobati saat akhirnya melabuhkan pilihan studi lanjutan Master di UIN SU. Bidang pendidikan yang dipilihnya Pemikiran Politik Islam pada program Pascasarjana Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN SU, dan itu di tuntaskan dalam waktu singkat.
Anak muda kelahiran Aceh Utara tahun 1997 ini, punya motto belajar seperti candu yang tidak pernah habis dan selalu haus akan ilmu. Berbagai prestasi akademik di tempuh Bustami muda. Mengikuti berbagai forum-forum internasional, baik sebagai peserta maupun pembicara hingga ke mancanegara, salah satunya Negeri Belanda yang sangat di idamkan sebagai destinasi lanjutan studi Pascasarjana, namun takdir berkata lain, belajar lanjutan terhalang karena covid 19, namun bisa hadir di Belanda sebagai pembicara internasional, tentu ini merupakan capaian terbaik bagi seorang anak muda yang sangat menginspirasi.
Berbagai torehan prestasi akademik tetap terus di lakukan, baik sebagai pembicara ataupun narasumber, peneliti sekaligus penulis aktif berbagai buku-buku yang banyak mengulas tentang berbagai pola dan strategi komunikasi terhadap berbagai isu-isu global yang kesemuanya tertuang dalam 10 buku berbicara tentang pola Komunikasi Politik yang di kemas dalam bahasa yang relatif mudah di pahami secara umum.
Berdasarkan catatan, hingga kini Dr Bustami telah menulis lebih dari 10 buku yang bertemakan tentang komunikasi, politik dan fenomena sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Belum lagi 16 jurnal bereputasi internasional yang sudah terpublish, semua itu di dedikasikan bagi perkembangan pengetahuan.
Dan, pada akhirnya Bustami mampu menuntaskan pendidikannya hingga jenjang Doktoral pada Program Pascasarjana di FDK Program Studi KPI UIN SU yang mengambil judul disertasi "Komunikasi Politik Pemerintah dalam Mengintegrasikan Agama dan Pembangunan Lingkungan Hidup di Aceh".
Sidang terbuka berlangsung di ruang sidang FDK Kampus II UIN SU Jalan Pancing, Rabu (8/4/2026), dengan pimpinan sidang Prof Dr Azhari Akmal Tarigan, M.Ag sebagai Ketua, Prof Dr H Hasan Sazali, MA Sekretaris sidang yang juga Dekan FDK UIN SU, Promotor Prof Dr H Zainal Arifin, MA, co-Prokotor Prof Dr H Hasrat Efendi Samosir, MA, penguji internal Prof Dr H Katimin, M.Ag, Dr Husni Ritonga, MA, penguji eksternal Dr Hj. Rosmini Amin, MA (Dosen UIN Alauddin Makassar) dan penguji lintas disiplin Dr Faizal Riza, MA.
Pada bagian akhir sidang terbuka di bacakan pimpinan sidang, Promovendus Bustami, S.IP, M.Sos, capaian Indeks Prestasi Komulatif atau IPK= 3,93 dan tercatat sebagai alumni Program Doktor Komunikasi ke 175. (AS)

0 Komentar