Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

KOMITE KERJA PENCANANGAN PEMBANGUNAN ISTANA KESULTANAN LANGKAT


“Membangun Kembali Marwah dan Peradaban Melayu Langkat”

LANGKAT [PetraNews] — Pembentukan Komite Kerja Pencanangan Pembangunan Istana Kesultanan Langkat ditegaskan bukanlah milik pribadi ataupun golongan tertentu, melainkan merupakan gerakan bersama seluruh masyarakat Melayu yang menginginkan bangkitnya kembali kejayaan Melayu, khususnya Melayu Langkat.

Hal tersebut disampaikan oleh Ariffani selaku pencetus komite bersama T. Arief Fadillah dan Ahmad Damanhuri.

“Pembentukan Komite Kerja Pencanangan Pembangunan Istana Kesultanan Langkat ini bukanlah milik pribadi ataupun golongan tertentu, melainkan milik seluruh bangsa Melayu yang menginginkan bangkitnya kembali kejayaan Melayu, terkhusus Melayu Langkat,” ujar Ariffani, SH, MH.

Menurutnya, ide deklarasi dan pembentukan komite merupakan langkah awal untuk menjawab kerinduan masyarakat akan berdirinya kembali Istana Kesultanan Langkat sebagai simbol marwah, martabat, persatuan, serta jati diri Melayu Langkat yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan adat Melayu.

Kesultanan Langkat sendiri dikenal sebagai salah satu kesultanan Melayu yang pernah berjaya pada masanya dan menjadi pusat peradaban, syiar Islam, adat, serta marwah Melayu di tanah Langkat. Namun sejarah juga mencatat runtuhnya kejayaan tersebut akibat berbagai konflik dan peristiwa kelam yang dikenal sebagai Revolusi Sosial Sumatera Timur, yang meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Melayu dan zuriat kesultanan.


Dalam keterangannya, Ariffani dan T. Arief Fadillah, turut mengutip pandangan Syaikh Yasin mengenai perjalanan generasi manusia.

“Sebagaimana pernah disampaikan oleh Syaikh Yasin, generasi manusia sering terbagi menjadi tiga: generasi yang ditaklukkan oleh keadaan, generasi yang melawan kerusakan dan ketidakadilan, serta generasi yang membangun kembali peradaban yang pernah runtuh. 


Maka deklarasi dan pembentukan komite ini diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar generasi yang membangun kembali,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa gerakan ini bukan untuk membangkitkan luka dan permusuhan masa lalu, melainkan untuk menghidupkan kembali marwah, persatuan, adat, sejarah, serta nilai-nilai Islam dalam bingkai kemaslahatan Melayu Langkat.

Komite tersebut juga menegaskan bahwa perjuangan pembangunan kembali Istana Kesultanan Langkat merupakan perjuangan bersama yang terbuka bagi seluruh pihak yang memiliki niat baik, kepedulian, dan kecintaan terhadap marwah Melayu serta sejarah Kesultanan Langkat.

“Dalam tahap awal perintisan tentu masih terdapat berbagai keterbatasan sehingga belum seluruh zuriat, tokoh adat, maupun elemen masyarakat Melayu dapat dilibatkan secara langsung. Namun perjuangan ini tetap terbuka bagi semua pihak yang memiliki kecintaan terhadap marwah Melayu dan Kesultanan Langkat,” kata Ariffani.

Lebih lanjut, Ariffani menyampaikan bahwa semangat pembangunan kembali Istana Kesultanan Langkat sejatinya merupakan kelanjutan dari cita-cita luhur para inisiator dan tokoh Melayu terdahulu yang sejak lama menginginkan bangkitnya kembali simbol kebesaran Melayu Langkat.

Strategi yang akan kita lakukan untuk mensukseskan niat baik ini adalah dimana di tahap awal setelah restu dari Kesultanan, Zuriat, puak, datuk dan tokoh tokoh kita dapatkan, maka kota akan adakan acara adat seremonial deklarasinya. Acara ini akan kita siapkan  secara kolosal dengan nuansa melayu yang kental. Soal dimana tapak istana nya, akan menjadi gak Allah SWT yang akan menetapkan takdir nya. 


“Dengann semangat itu, maka pada hari ini, Ahad, 10 Mei 2026, kami bersama-sama bersepakat untuk mendorong kembali agar cita-cita luhur dari para inisiator sebelumnya dapat kami wujudkan di tahun 2026 ini. InsyaAllah kami yakin niat baik ini akan disambut baik oleh seluruh masyarakat Melayu Langkat khususnya, Sumatera Utara, serta Melayu Nusantara,” pungkas Ariffani.SH, MH

Ke depan, pembangunan istana ini diharapkan menjadi titik pemersatu dan tempat berhimpunnya pemikiran, tenaga, serta semangat bersama demi menghidupkan kembali simbol kebesaran Melayu Langkat.

Menutup pernyataan dari Inisiator Pencanangan pembangunan istana Kesultanan, T. Arief Fadillah dan Ahmad Damanhuri mengajak seluruh elemen masyarakat melayu untuk bergandengan tangan, mengesampingkan perbedaan dan prasangka demi tujuan bersama yang lebih besar.

“Yang sedang dibangun bukan sekadar sebuah bangunan istana, melainkan simbol marwah, sejarah, persatuan, serta warisan peradaban Melayu Islam untuk generasi yang akan datang,” tutupnya. [*]

Posting Komentar

0 Komentar