Petranews.com-Medan| Universitas Islam Negeri Sumatera Utara) UIN SU) memiliki peran strategis bagi lahirnya generasi bangsa yang memiliki kemampuan kognitif yang baik serta berkepribadian, memiliki skill yang baik serta siap berkompetisi di era global.
Hal ini disampaikan Rektor UIN SU Prof Dr Hj Nurhayati, M.Ag dihadapan 1.592 sarjana baru pada acara wisuda sarjana ke 88 mengambil tema "Memperkokoh Posisi Alumni UINSU Medan Dalam Memperkuat Ketahanan Masyarakat Di Tengah Krisis Global", Kamis (7/5/2026) di Gelanggang Mahasiswa H. Arsyad Thalib Lubis Kampus I Jalan Sutomo Medan.
"Momentum ini menjadi kesempatan yang tepat untuk kita bersama-sama mensyukuri sekaligus menegaskan komitmen UINSU Medan dalam mencetak lulusan unggul, meraih prestasi, dan meningkatkan mutu pendidikan,"ujar Rektor.
Lebih jauh di sampaikan Rektor, sebanyak 1.592 sarjana baru yang dilantik , menjadi bukti nyata bahwa konsistensi UINSU dalam melahirkan generasi cerdas, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi bangsa.
Responsif terhadap perubahan peta Geopolitik global yang menimbulkan ketegangan politik dibelahan dunia, tentu memberi dampak pada situasi politik di tanah air.
"Konflik geopolitik global, termasuk ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang dampaknya merambat hingga ke sendi-sendi kehidupan kita. Konflik ini menjadi pengingat bahwa dunia kini saling terhubung, gejolak di satu kawasan dapat mengguncang stabilitas global, termasuk kehidupan masyarakat di negeri kita. Selain itu, Kita hidup di sebuah zaman yang penuh dengan paradoks. Di satu sisi, dunia mencapai kemajuan teknologi yang luar biasa. Namun di sisi lain, kita menyaksikan krisis yang semakin kompleks dan multidimensional,"tegas Rektor perempuan pertama UIN SU ini.
Ditambahkan Rektor, krisis ekonomi global yang mengguncang stabilitas kehidupan masyarakat.
Krisis lingkungan yang mengancam keberlanjutan generasi mendatang. Krisis geopolitik yang melahirkan ketegangan antarbangsa. Dan yang paling mengkhawatirkan krisis nilai, krisis moral, krisis makna kehidupan. Inilah yang kita sebut sebagai krisis global, krisis yang tidak hanya menguji kekuatan sistem, tetapi juga menguji ketahanan manusia itu sendiri.
"Dalam situasi seperti ini, ketahanan masyarakat menjadi isu yang sangat fundamental. Ketahanan masyarakat bukan hanya soal kekuatan ekonomi atau stabilitas politik, tetapi juga menyangkut ketahanan moral, spiritual, sosial, dan intelektual. Di sinilah peran lulusan perguruan tinggi menjadi semakin strategis,"tegas Prof. Nurhayati.
Ditegaskannya kembali,
masyarakat membutuhkan kehadiran generasi yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan yang cepat itu.
Sebagai alumni UIN SU, lanjutnya, para alumni tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga membawa amanah keilmuan yang berbasis integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman.
"Saudara adalah representasi dari Islam yang rahmatan lil ‘alamin yang hadir memberi solusi, menebar kedamaian, dan memperkuat harmoni sosial,"ujarnya.
Dibagian lain disampaikan Rektor, perubahan besar dalam sejarah tidak pernah dimulai dari kerumunan tanpa arah. Ia selalu lahir dari individu-individu yang berani mengambil tanggung jawab.
"Ingatlah bahwa tantangan ke depan tidak akan selalu mudah. Akan ada ketidakpastian, akan ada kegagalan, bahkan mungkin kekecewaan. Namun di situlah letak makna perjuangan. Jangan pernah berhenti belajar. Jangan pernah kehilangan integritas. Dan jangan pernah berhenti berkontribusi,"ujar Rektor memotivasi.
Wisudawan UIN SU yang dilantik berjumlah 1.592 orang, dengan rincian 29 orang dari program Pascasarjana, 649 orang dari FITK, 203 orang dari FEBI, 46 orang dari FKM, 243 orang dari FSH, 81 orang dari FIS, 61 orang dari FDK, 84 orang dari FUSI, 196 orang dari FST. (AS)

0 Komentar