Petranews.com-Medan| Koordinator Medan Media Cyber Club (MMCC) Amirsyam memberikan buku karangan intelektual Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara H. Ahmad Qosbi, S.Ag, MM di ruang kerjanya, Senin (25/5/2026), didampingi Katim Humas dan informasi Kemenag Sumut Imam Mukhair.
Buku karya Dr Bustami, dan Prof Dr H Hasrat Efendi Samosir, MA yang berjudul Komunikasi Politik Pemerintah dalam Membangun Aceh yang Islami dan Sejahtera.
Pemerintahan Aceh, sangat relevan untuk di pelajari terutama dari sisi pola Komunikasi yang memiliki peran penting dan strategis dalam menyampaikan pesan-pesan positif di tengah masyarakat, tanpa menimbulkan konflik dan pesan itu tersampaikan secara baik.
"Buku ini sangat layak dan penting di baca, karena berisikan gagasan tentang bagaimana membangun pola komunikasi yang efektif, baik secara personal maupun institusional,"ucap Amirsyam.
Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara H. Ahmad Qosbi menyambut gembira buku yang diterima dan berharap buku ini menjadi bacaan bagi siapa saja, baik penggiat dan penikmat tentang teori-teori komunikasi, terutama bagi Kementerian Agama sebagai leading sektor terbangunnya harmoni antar umat beragama, lewat pola komunikasi yang baik, integratif dan mudah dipahami.
"Buku tentang teori-teori komunikasi yang di gagas intelektual Kampus UIN SU ini cukup relevan dengan tugas-tugas di Kementerian Agama, terutama yang terkait dengan moderasi beragama, tentu diperlukan pola pendekatan komunikasi yang efektif, sehingga berbagai pesan-pesan keagamaan tersampaikan secara baik,"ujar Kakanwil Kemenag Sumut ini.
Lebih jauh di sampaikan Qosbi, terkadang ada hal yang kekelirun dalam masyarakat kita didalam melihat dan membaca beragam informasi yang berkembang, baik lewat media sosial, media cyber, dan media elektronik, sehingga menimbulkan asumsi, bahkan tidak sesuai fakta.
"Dengan kita membaca, tentu kita bisa melihat dan memilih beragam sumber informasi yang ada, apakah sesuai fakta atau opini. Di sinilah diperlukan seni berkomunikasi yang baik, mudah dipahami publik dan menghindari terjadinya konflik, jadi bagi kami buku sangat penting di baca dan telaah secara baik,"ucap pakar Perhajian Sumatera Utara ini. (AS)
0 Komentar