Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

TGB: Kebijakan MBG Sebaiknya Di Prioritaskan Pada Wilayah 3T dan Terdampak Bencana

Petranews.com-Medan| Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto, selayaknya mendapatkan apresiasi sebagai bentuk kepedulian negara pada tumbuh kembang generasi muda bangsa, yang sehat, cerdas dan berkualitas. Tentu lewat asupan gizi yang seimbang dengan pola makan yang teratur serta memiliki higienisitas tinggi, sehingga imunitas anak-anak muda bangsa terjaga sekaligus kebal terhadap berbagai penyakit.

Hal ini disampaikan tokoh agama dan ulama kharismatik Tuan Guru Batak Syekh Dr H. Ahmad Sabban El-Rahmany Rajagukguk, MA pada acara silaturrahmi Idhul Fitri, Kamis (26/3/2026) di Medan. Menurut TGB (sapaan akrabnya) program MBG ini secara implisit juga sebagai implementasi dari perintah Konstitusional UUD 1945 Pasal 34 "Fakir Miskin dan Anak Terlantar di Pelihara oleh Negara", yang ditegaskan kembali dalam UU No. 11 Tahun 2009 Tentang Kesejahteraan Sosial dan perintah Allah SWT dalam Al-Qur'an surah Al-Ma'un.

"Pertama kita apresiasi gagasan dan kepedulian Presiden Prabowo Subianto yang diimplementasikan dalam kebijakan kongkrit yakni pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada anak-anak bangsa, agar sehat, cerdas dan memiliki tumbuh kembang yang baik, sehingga Program Indonesia Emas 2045, Indonesia memiliki generasi yang siap menghadapi perubahan global,"ucap TGB.

Namun begitu, lanjut Tuan Guru Batak dari Simalungun ini, program MBG perlu di perkuat dan dipertegas sehingga dipastikan distribusi MBG ini tepat sasaran dan memberi dampak signifikan bagi perkembangan setiap anak, termasuk asupan makanan juga harus betul-betul diperhatikan kandungan gizinya, sebagaimana yang diharapkan Presiden.

"Terkait rantai distribusi dan sasaran program MBG ini perlu dipertegas tentang target yang disentuh dari program MBG ini, jangan sampai pendistribusiannya menjadi tidak produktif dan rawan terjadinya kesalahan sehingga memberi dampak negatif dari program ini, untuk itu harus betul-betul diperhatikan para penyelenggara MBG di lapangan, sehingga tidak terjadi kontraproduktif dengan harapan yang ingin dicapai Presiden,"ujar Tuan Guru Batas.

Hal terpenting yang perlu di perhatikan, lanjut TGB, ada wilayah yang seharusnya mendapatkan perhatian dalam skala prioritas dari program MBG ini meliputi wilayah 3T, yakni Tertinggal, Terdepan dan Terluar di seluruh wilayah Indonesia dan daerah terdampak bencana lainnya.

"Wilayah yang sebaiknya disentuh program MBG ini yakni meliputi 3T, Tertinggal, Terdepan dan Terluar yang ini jauh dari sentuhan akses fasilitas umum dan keterbatasan yang ada, tentu generasi muda bangsa yang berada di jalur 3T dan daerah terdampak bencana, hemat kami perlu diberikan sentuhan dan perhatian khusus, termasuk stunting ini juga tantangan kita sebagai bangsa, diperlukan kepedulian dan perhatian atas dasar kesetia kawanan sosial yang sudah terbangun secara baik, untuk itu perlu didorong dan menjadi budaya bangsa kita," tegas alumni Program Doktor UIN Sumatera Utara ini sekaligus dosen Pascasarjana ini. (AS)

Posting Komentar

0 Komentar