Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Ajaran Tasawuf Memberikan Energi Positif Bagi Kehidupan

Petranews.com-Medan| Sungguh Allah SWT Maha Besar sehingga para hamba-Nya bisa menemukan berbagai akses untuk mendekatinya. Bahkan sebanyak berapapun jumlah hamba, sebanyak itu jalan untuk menghampiri diri-Nya.

Allah SWT betul-betul Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ia telah membentangkan banyak jalan  untuk mendekati diri-Nya. Di antara berbagai jalan itu dapat dikategorikan tiga jenis jalan, yaitu jalan makrifat, jalan ibadah, dan jalan amal.

Lorong makrifat banyak digunakan para salik atau lebih populer dengan jalannya para sufi atau kaum tarekat. Jalan ini menuntut pemahaman yang mendalam dan komprehensif. Jalannya pun tidak datar, tetapi kadang berliku dan kadang turun-naik.

Hal ini disampaikan Dr Iqbal Irham, M.Ag pada acara diskusi Mahabbah (Kasih Sayang) Allah Lewat Tasawuf yang di gelar Majelis Taklim P2T Sumatera Utara, Rabu (29/4/2026) di Hotel Hermes Medan.

"Para penempuh jalan ini (sufistik) dituntut kesabaran dan istiqamah. Ia juga harus konsisten untuk terus mencari ilmu, baik melalui pembimbing (mursyid) maupun melalui penekunan olah batin (riyadhah) untuk menunggu inspirasi cerdas lewat jalan langit,"ujar Dr Iqbal.
  
Ditegaskan dosen UIN Sumatera Utara ini, bahwa tidak ada ketentuan berapa lama seseorang harus mencari ilmu guna meningkatkan martabat keilmuannya. 

"Orang-orang yang mencapai makrifat bertingkat-tingkat. Ada yang masih dalam kategori standar (a’wam), ada yang sudah level menengah (khawash), dan ada yang sampai ke level yang lebih tinggi (khawash al-khawash),"terang dosen ilmu tasawuf ini.

Dibagian lain Abuya Yusri Waly menegaskan Tasawuf merupakan jalan sunyi yang penuh kedalaman, menawarkan keseimbangan antara dunia dan akhirat. Di tengah hiruk pikuk modernitas, tasawuf mengajarkan manusia untuk kembali pada inti kehidupan, membersihkan hati, mendekatkan diri pada Allah, dan menebarkan kasih sayang kepada sesama. 

"Dengan menghidupkan nilai-nilai tasawuf, manusia modern dapat menemukan ketenangan batin, kebahagiaan sejati, serta arah hidup yang lebih bermakna tanpa ada ketakutan, kekhawatiran dan sebagainya,. sehingga batin menjadi tenang,"ujar Abi Yusri.

Di era modern yang penuh dengan kesibukan, persaingan, dan hiruk pikuk teknologi, manusia sering kali kehilangan ruang untuk menenangkan hati. Kecanggihan dunia digital memang membawa banyak kemudahan, tetapi juga menimbulkan kegelisahan, stres, kesepian, dan krisis makna.

"Di tengah kondisi ini, tasawuf hadir sebagai jalan sunyi yang menawarkan kedalaman spiritual, ketenangan jiwa, dan kedekatan dengan Sang Pencipta. Tasawuf bukan sekadar ajaran mistis, melainkan cara hidup yang menekankan pada penyucian hati, keikhlasan, serta cinta kepada Allah dan sesama,"tegasnya.

Tasawuf dalam Islam berfokus pada aspek batiniah, yakni menjaga hati agar tetap bersih dari sifat sombong, iri, dan cinta dunia yang berlebihan. Jalan ini menekankan nilai dzikir, muraqabah (merasa diawasi Allah), muhasabah (introspeksi diri), dan zuhud (melepaskan keterikatan berlebih pada dunia).

Acara diskusi yang dibuka Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Medan H. Agus Maryono,.S.Ag. M.Pd.I, Ketua Majelis Taklim P2T Sumatera Utara Hj. Hikmatul Fadhilah, SH, MM, H. Taufiqurrahman, SE, MM, para mubalig dan pimpinan MUI Kecamatan di Kota Medan. Acara di pandu H. Rasyid Ridho ini akhiri sesi tanya-jawab dan foto bersama. (AS)

Posting Komentar

0 Komentar