Petranews.com-Medan| Pimpinan Daerah Generasi Muda Masjid (GEMMA) Kota Medan, berharap kepada semua pihak agar lebih objektif dan bijak dalam menanggapi isi ceramah diskusi Mantan Wakil Presiden RI H. Jusuf Kalla yang berlangsung di Masjid UGM Yogyakarta beberapa waktu lalu.
JK dalam kapasitasnya sebagai narasumber menyampaikan berbagai upaya pemerintah dalam menangani berbagai konflik yang terjadi di beberapa daerah yang pada waktu lalu, konflik itu terjadi karena adanya provokasi yang diboncengi isu-isu agama, sehingga konflik SARA yang terjadi di Poso dan Ambon menelan korban jiwa dan harta benda.
Hal ini disampaikan Ketua PD GEMMA Masjid Kota Medan Hariman Siregar, kepada media, terkait maraknya laporan sekelompok masyarakat yang tidak terima dengan ucapan dan pernyataan JK terkait agama tertentu, hingga akhirnya mereka melaporkan ke Polda Metro Jaya maupun Polda Sumatera Utara.
"Mari cermati konteks ucapan yang di sampaikan mantan Wapres kita Bapak Jusuf Kalla secara objektif dan bijak, sehingga tidak menimbulkan tafsir yang berisi narasi dan diksi berbau agama. Ucapan JK dalam video yang disampaikan sangat terang dan jelas, bahwa konflik di Poso dan Ambon dilatarbelakangi adanya provokasi pihak tertentu dengan memboncengi isu-isu agama, bahkan JK jelas dan tegas mengatakan, bahwa Islam dan Kristen menolak cara-cara kekerasan dalam menyelesaikan masalah," ucap Hariman, Rabu (15/4/2026).
Menurut Hariman, fakta yang disampaikan JK merupakan fakta lapangan yang tak terbantahkan, bahwa isu agama menjadi pemicu terjadinya konflik di Poso dan Ambon. Sebagai seorang Negarawan mantan Wapres JK dalam forum diskusi itu mengingatkan seluruh elemen anak bangsa, agar tetap jaga persatuan dalam bingkai persaudaraan kebangsaan dan jangan terhasut berbagai informasi yang tidak jelas sumbernya.
"Dalam video yang tersaji secara utuh, Pak JK meminta semua anak bangsa, agar tetap kompak dalam berbagai perbedaan dan tidak mudah di provokasi pihak yang hanya mencari untung dari konflik itu, pengalaman empiris di lapangan tergambar bagaimana eskalasi konfliknya cukup kompleks bahkan membawa berbagai doktrin-doktrin agama, tentang mati syahid masuk sorga itu semua omong kosong, kekerasan apalagi saling bunuh sesama anak bangsa di agama manapun itu di larang bahkan tempat merekalah di neraka,"ujar Hariman setelah mendengar cuplikan video JK secara utuh.
Lebih jauh ditegaskan Hariman, adanya upaya-upaya pihak tertentu yang melakukan editing ataupun pemotongan tiap video yang ditampilkan,. sehingga tidak utuh lagi narasi satu dengan lainnya, patut di curigai ada agenda apa dibalik motivasi memotong sekaligus menyebarkan konten video pidato JK yang tidak utuh lagi.
"Kami berharap pihak Kepolisian mengusut aktor intelektual yang melakukan proses editing dan pemotongan video pidato pak JK sekaligus menyebar luaskan ke publik, sehingga berpotensi merusak harmoni bangsa yang sudah baik ini menjadi riuh, kami percaya Polri bekerja sangat professional dan ingat kontribusi besar Pak JK bagi keutuhan bangsa ini sejarah sudah mencatatnya sebagai legecy bagi keutuhan bangsa dan negara tercinta,"tegas tokoh muda Medan Utara ini. (AS)

0 Komentar