Medan - Badan Musyawarah Masyarakat Minang (BM-3) Kota Medan meminta Kapolrestabes Medan untuk mengambil langkah tegas dalam mengungkap maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah hukum Kota Medan, khususnya di kawasan hukum Polsek Medan Area.
Sekretaris BM-3 Kota Medan, M. Taufiq Hidayah Tanjung, mengatakan keresahan masyarakat semakin meningkat akibat maraknya aksi curanmor yang terjadi di lingkungan permukiman warga.
Dr. M. Taufiq Hidayah Tanjung, menilai laporan masyarakat terkait kehilangan kendaraan tidak boleh hanya berhenti pada proses administrasi semata tanpa tindak lanjut yang nyata dari aparat penegak hukum.
“Laporan polisi terkait kasus curanmor jangan hanya sebatas administrasi dan menjadi arsip di Polsek Medan Area. Harus ada langkah tegas dan tindakan nyata sehingga masyarakat benar-benar mendapatkan rasa keadilan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan kepastian hukum dan keseriusan aparat dalam mengungkap pelaku maupun jaringan penadah kendaraan hasil curian yang dinilai masih bebas beroperasi.
“Ketika masyarakat melapor, tentu mereka berharap ada proses pengungkapan, penangkapan pelaku, dan pengembalian rasa aman. Jangan sampai masyarakat merasa laporannya tidak ditindaklanjuti secara maksimal,” ujarnya.
BM-3 Kota Medan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap waspada dan memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan lingkungan guna menekan angka kriminalitas di Kota Medan.
“Kami percaya Kapolrestabes Medan memiliki komitmen menjaga keamanan masyarakat. Karena itu kami berharap ada langkah cepat, transparan, dan terukur agar kasus curanmor di wilayah Medan Area dapat segera diungkap,” pungkasnya.
Maraknya kasus curanmor di Kota Medan dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian publik setelah sejumlah rekaman CCTV aksi pencurian kendaraan bermotor viral di media sosial dan memicu keresahan warga di berbagai kawasan permukiman.

0 Komentar