Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Ketua IWO Sumut Puji Kualitas Layanan Jemaah Haji di Mekkah

Petranews.com-Mekkah|Pelayanan bagi jemaah haji asal Sumatera Utara, khususnya yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 17, dinilai berjalan sangat baik dan memuaskan.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW IWO) Sumatera Utara, Amri Abdi, S. I. Kom., melalui sambungan telepon dari Kota Suci Mekkah pada Sabtu (16/5/2026).

Menurut Amri, syarikah (perusahaan/badan hukum) penyedia pelayanan bagi jemaah haji Indonesia bekerja dengan sangat profesional. Hal ini terlihat dari pemenuhan fasilitas utama seperti konsumsi, transportasi, hingga akomodasi penginapan.

"Sejauh ini layanan yang kami terima cukup menyenangkan dan mantap. Mulai dari kedatangan hingga hari ini, kebutuhan makan terpenuhi dengan sangat baik dan menunya pun beragam. Untuk transportasi juga stand by 24 jam siap mengantar jemaah dari hotel ke Masjidil Haram. Pokoknya oke lah," ujar Amri dengan nada puas.

Selain fasilitas fisik, Amri juga menyoroti kesigapan para petugas haji di lapangan. Tim dokter bersama tenaga medis dan petugas pendamping dinilai selalu siaga memberikan bantuan, terutama bagi jemaah yang sudah lanjut usia (lansia).

"Petugas haji, khususnya dari Kloter 17, selalu siap melayani apa pun keluhan atau kebutuhan jemaah. Respons mereka cepat, terutama untuk jemaah lansia maupun disabilitas. Koordinasi dan komunikasi antara petugas dan jemaah terjalin sangat baik," terangnya.

Di sisi lain, Amri turut menanggapi dinamika terkait pembayaran DAM (denda haji akibat meninggalkan salah satu wajib haji).

Seperti diketahui, sempat muncul perbedaan pandangan antara Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan DAM sebaiknya dibayarkan di Tanah Suci, dengan pemerintah yang membolehkan pembayarannya di Tanah Air.

Menurut Amri, perbedaan pandangan tersebut sama sekali tidak menjadi persoalan atau mengganggu kekhusyukan ibadah para jemaah di sana.

"Terkait perbedaan pendapat soal pembayaran DAM antara MUI dan pemerintah, bagi jemaah di sini sama sekali tidak ada masalah. Kebijakan itu dikembalikan lagi kepada keyakinan dan pemahaman masing-masing jemaah," jelasnya.

Amri mencontohkan, secara pribadi ia memilih untuk membayar DAM langsung di Tanah Suci, sementara ada pula jemaah lain yang memilih membayarnya di Tanah Air.

"Bagi kami tidak masalah, toh masing-masing memiliki dasar argumentasi sesuai kepakaran para ulama dan umara. Sejauh yang saya tahu, jemaah di sini menyikapinya dengan bijak," pungkasnya. (AS)

Posting Komentar

0 Komentar