Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Tuanku Ariefanda Aziz Didaulatkan sebagai Sultan Negeri Langkat

LANGKAT [PetraNews] — Pada Selasa, 12 Mei 2026 M / 24 Dzulqa’dah 1447 H, pukul 21.20 WIB, sebuah prosesi bersejarah berlangsung di Kesultanan Negeri Langkat. Dengan memohon rahmat dan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta berlandaskan adat istiadat Melayu, Yang Mulia Tuanku Ariefanda Aziz bin Tuanku Azwar Aziz Rahmadshah (Allahyarham) resmi didaulat sebagai Sultan Negeri Langkat.

Prosesi ini menegaskan kesinambungan pemerintahan Kesultanan, yang mengikuti prinsip adat Melayu:

“Raja mangkat, raja diangkat. Raja diangkat, raja menanam.”

Pepatah ini menjadi landasan bahwa pengangkatan Sultan baru harus didahului sebelum pemakaman Sultan mangkat, sehingga kesinambungan marwah dan amanah Kesultanan tetap terjaga.

Musyawarah, Pendaulatan, dan Amanah Keris Alang Diraja

Acara dimulai dengan musyawarah mufakat seluruh perwakilan zuriat Kesultanan, yang kemudian diikuti pengukuhan Sultan oleh Kepala Majelis Kerapatan Adat, Tengku Zulkifli Hamzah, dari Zuriat Hamzah. Selanjutnya, Tengku Zulkifli Kamil Aziz dari Zuriat Aziz menyerahkan Keris Alang Diraja, lambang legitimasi, amanah, dan kesinambungan warisan Kesultanan, kepada Tuanku Ariefanda Aziz.

Ariffani, SH, Ketua Harian Komite Kerja Kesultanan Langkat, menekankan:

“Pengangkatan Tuanku Ariefanda Aziz bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi simbol marwah adat dan persatuan masyarakat Melayu Langkat. Kesultanan ini hidup karena kita menjaga adat, hukum, dan tradisi dari generasi ke generasi.”

Ia menambahkan pantun sebagai penegas filosofi Melayu:

“Bunga mawar di taman raja,
Daulat Sultan pelindung bangsa.”

Sementara itu, T. Arif Fadillah, Ketua Sarikat Masyarakat Adat Melayu, menyoroti pentingnya kepemimpinan Sultan sebagai pemersatu masyarakat:

“Dalam setiap langkah dan keputusan, Sultan harus menjadi cermin kearifan adat dan keadilan. Masyarakat Melayu Langkat melihat Sultan bukan hanya sebagai pemimpin, tetapi penjaga budaya dan nilai-nilai luhur yang diwariskan nenek moyang.”

Ia turut menegaskan dengan pantun:

“Air tenang jangan disangka tiada gelora,
Sultan bijaksana jaga adat warisan kita.”

Harapan dan Doa untuk Kesinambungan

Doa-doa dipanjatkan agar Allah Subhanahu wa Ta’ala menganugerahkan taufik, hikmah, kekuatan, kesehatan, dan keberkahan bagi Sultan Ariefanda Aziz dalam memimpin negeri, menjaga persatuan zuriat dan masyarakat Melayu, serta memelihara marwah adat istiadat Kesultanan Langkat.

Prosesi ini tidak hanya menjadi seremonial pengangkatan Sultan, tetapi juga pernyataan tegas akan kesinambungan adat, legitimasi pemerintahan, dan persatuan masyarakat Melayu Langkat, sesuai pesan para leluhur yang terus hidup dalam budaya dan tradisi Melayu. {*red]


Posting Komentar

0 Komentar