Petranews.com-Medan| Dewan Pengurus Wilayah Generasi Muda Masjid Sumatera Utara (GEMMA) Sumut, mengutuk keras pelaku penganiayaan seorang musafir yang sedang istirahat di dalam Masjid. Mereka yang sedang dalam perjalanan (musafir), seharusnya diberikan perhatian atau setidaknya dilayani, sebagaimana layaknya.
Tragedi penganiyaan yang menyebabkan kematian seorang musafir didalam Masjid Agung Kota Sibolga, patut di sesalkan sekaligus mengutuk keras oknum yang melakukan tindakan keji diluar batas perikemanusiaan, hingga menyebabkan kematian.
"Sudah selayaknya, Masjid sebagai tempat yang paling mulia di muka bumi ini, menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi setiap musafir yang sedang berpergian. Di samping sebagai tempat sholat, Masjid juga kerap dijadikan tempat sekedar melepaskan lelah karena perjalanan jauh, seusai melaksanakan sholat. Justru kejadian di Masjid Agung Kota Sibolga ini, pertama kali terjadi ada musafir yang meninggal dunia dianiaya oknum jamaah Masjid dikarenakan dilarang tidur di Masjid, ini aneh dan apa motifnya perlu di selidiki,"ujar Ketua GEMMA Masjid Sumatera Utara Masdar Tambusai, Selasa (4/11) dengan nada geram.
Menurut Masdar, perbuatan yang di lakukan oknum jamaah Masjid Agung ini justru mencederai kesucian dan kesakralan Masjid sebagai rumah Allah, maka apapun itu, mereka (oknum jamaah Masjid Agung Sibolga) harus ditindak secara tegas, karena perbuatannya mencoreng kemuliaan rumah Allah ini.
"Tidak ada alasan yang mengharuskan orang tidak bisa sekedar istirahat di Masjid, selama mereka tidak berniat ingin merusak ataupun mencuri kotak infak sekalipun, tidak boleh dianiaya hingga meninggal, serahkan ke pihak yang berwajib untuk di amankan, bukan malah di hakimi hingga meninggal dunia di Masjid, untuk itu kami meminta aparat Kepolisian usut tuntas pelaku penganiayaan ini apa motifnya dan berikan hukum seberat-beratnya bagi pelaku pembunuhan yang keji, apalagi kepada saudara yang muslim, musafir dan yatim piatu,"tegas mubaligh ini tegas.
Untuk itu lanjut Masdar Tambusai, GEMMA Masjid Sumatera Utara akan mengawal kasus ini, hingga tuntas dan pelaku diberikan hukuman setimpal.
"Kami berharap kepada para pengurus Masjid tetaplah jadikan Masjid-masjid kita sebagai tempat yang nyaman bagi saudara kita yang sedang dalam perjalanan, berikan mereka perhatian jika mereka butuh dan jangan sekali-kali mereka (musafir) di usir disebabkan adanya aturan dari pengurus Masjid yang melarang orang beristirahat sejenak untuk melanjutkan perjalanan, untuk itu peristiwa di Masjid Agung Kota Sibolga jangan terjadi lagi di masjid-masjid kita lainnya,"ujar Masdar. (AS)


0 Komentar