Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Medan Belawan Darurat Tawuran. Ketua MDS Rijalul Ansor Medan Singgung 'Telinga 9 Anggota DPRD Dapil II Medan Pekak

Petranews.com-Medan| Kritik pedas kembali dilayangkan kepada para wakil rakyat di DPRD Medan. Ketua MDS (Majelis Dzikir & Sholawat) Rijalul Ansor Kota Medan, menyoroti habis-habisan minimnya kepekaan para pejabat publik, khususnya sembilan anggota DPRD Kota Medan dari Daerah Pemilihan (Dapil) II. Para legislator yang seharusnya menjadi penyambung lidah rakyat itu dinilai hanya pandai duduk manis, namun tuli terhadap jeritan warganya sendiri.

"Kita lihat hari ini, di Dapil II yang meliputi Medan Utara ini, ada sembilan orang yang duduk di kursi dewan. Pertanyaannya, di mana suara mereka? Di mana kepedulian mereka saat masyarakat terus diteror oleh tawuran, begal, dan berbagai aksi kejahatan jalanan yang meresahkan?"tegas Ketua MDS Rijalul Ansor kepada media, Sabtu (8/3/2026).
Dengan nada tajam namun tetap dalam koridor kritik yang membangun, ia menilai para anggota dewan tersebut masih sibuk dengan urusan masing-masing dan lupa pada tugas utamanya: memperjuangkan kenyamanan dan keamanan konstituennya. Menurutnya, sudah terlalu banyak keluhan yang disampaikan masyarakat dari bawah, tetapi tidak pernah sampai pada tahap tindakan nyata.

"Rakyat sudah lelah berteriak. Setiap kali ada kejadian tawuran yang memakan korban, setiap kali ada begal yang beraksi, masyarakat hanya bisa pasrah. Tidak ada langkah progresif dari dewan. Apakah mereka menunggu warga ini benar-benar habis dibantai para pelaku kejahatan baru bergerak?" ujarnya dengan nada geram.

Ia menyoroti fakta di lapangan bahwa aksi kriminalitas seperti tawuran antarwarga dan begal sudah sangat akut, hingga membuat warga takut beraktivitas. Namun, para wakil rakyat seolah tidak memiliki program konkret untuk menghentikan mata rantai kejahatan ini. Tidak ada desakan keras kepada eksekutif, tidak ada solusi yang ditawarkan, hanya janji-janji musiman yang hadir saat masa kampanye atau reses, lalu menghilang setelahnya.

"Masyarakat hanya bisa menjerit di dalam kesunyian. Jeritan itu tidak pernah didengar, apalagi dijawab. Ini adalah bukti nyata kegagalan komunikasi antara wakil dan yang diwakili. Mereka (anggota DPRD) mungkin hadir saat pemilu, tapi setelah itu, rakyat dibiarkan sendiri melawan ketakutan," sambungnya.

MDS Rijalul Ansor mendesak kesembilan anggota dewan dari Dapil II untuk segera turun tangan, bukan sekadar seremonial. Mereka diminta membuka mata lebar-lebar terhadap realita pahit yang dihadapi warga setiap harinya.

"Kami minta pejabat publik, khususnya DPRD Medan Dapil II, untuk tidak hanya bekerja karena gaji dan tunjangan. Tunjukkan bahwa kalian punya hati. Kejahatan dan tawuran ini adalah musuh bersama. Jika tidak mampu berpikir menemukan solusi, setidaknya ada bersama rakyat, mendengar, dan menyuarakan dengan keras di gedung dewan. Jangan hanya diam dan sibuk dengan urusan pribadi," tutupnya.(PN)

Posting Komentar

0 Komentar